Kesiapan sarana perkeretaapian di Pulau Jawa dijaga melalui perawatan malam hari, pemeriksaan rel, hingga penyiapan perjalanan pertama setiap pagi
Jakarta (ANTARA) - Ketika sebagian besar masyarakat beristirahat pada malam hari, aktivitas di dunia perkeretaapian justru tetap berlangsung. Di balik perjalanan kereta api pertama setiap pagi di berbagai kota di Pulau Jawa, terdapat ribuan petugas yang bekerja menjaga kesiapan sarana, memeriksa jalur rel, mengatur perjalanan, hingga memastikan setiap rangkaian siap diberangkatkan tepat waktu.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, pada tahun 2026 terdapat 2.062 unit kereta yang dikelola untuk operasional di wilayah Pulau Jawa dengan berbagai jenis dan kelas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.789 unit berada dalam kondisi siap operasi untuk melayani perjalanan pelanggan di berbagai lintas layanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kesiapan sarana dijaga melalui proses operasional yang berlangsung terus menerus selama 24 jam, termasuk pada malam hingga dini hari saat aktivitas masyarakat mulai berkurang.
“Banyak pekerjaan penting dilakukan saat malam hari agar perjalanan kereta api pertama setiap pagi dapat berjalan aman dan sesuai jadwal. Ada petugas yang memeriksa kondisi rel, membersihkan kereta, melakukan pengecekan teknis sarana, hingga menyiapkan rangkaian untuk keberangkatan dini hari,” ujar Anne.
Di depo dan stasiun pemberangkatan, aktivitas malam menjadi salah satu fase penting dalam operasional kereta api. Kereta yang selesai berdinas langsung menjalani proses pemeriksaan teknis, pencucian badan kereta, pengecekan sistem pengereman, pendingin udara, kelistrikan, hingga kebersihan interior sebelum kembali digunakan pada perjalanan berikutnya.
Pada waktu yang sama, petugas prasarana juga melakukan pemeriksaan jalur rel, wesel, persinyalan, dan jaringan operasional di berbagai lintas di Pulau Jawa untuk memastikan kondisi perjalanan tetap aman saat memasuki jam sibuk pagi hari.
KAI juga menyiapkan cadangan sarana untuk menjaga fleksibilitas operasional. Dari total sarana yang tersedia, sebanyak 258 unit disiapkan sebagai kereta cadangan guna mendukung kebutuhan tambahan perjalanan maupun antisipasi gangguan operasional.
Sementara itu, sebanyak 273 unit lainnya menjalani perawatan berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sarana secara berkelanjutan.
Beberapa jenis kereta dengan jumlah siap operasi terbesar antara lain kereta ekonomi stainless steel New Generation, kereta ekonomi premium, serta kereta ekonomi reguler.
Data tersebut menunjukkan sebagian besar sarana tetap berada dalam kondisi operasional meski secara rutin menjalani rotasi perawatan. Dari total 209 unit kereta ekonomi stainless steel New Generation yang dimiliki KAI di Pulau Jawa misalnya, sebanyak 181 unit tercatat siap operasi. Sementara pada kereta ekonomi premium, sebanyak 171 unit dari total 197 unit berada dalam kondisi siap melayani perjalanan pelanggan.
Menurut Anne, ritme operasional kereta api memiliki pola kerja yang berbeda dibanding banyak sektor transportasi lainnya karena sebagian besar proses persiapan justru berlangsung saat malam hingga dini hari.
“Ketika pelanggan menaiki kereta api pada pagi hari, sesungguhnya ada proses panjang yang sudah berjalan sejak malam sebelumnya. Ada banyak petugas yang bekerja dalam senyap agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·