CANTIKA.COM, Jakarta - UNIQLO bersama Sheila Dara dan Fita Anggriani berbagi cerita mengenai selebrasi akan persahabatan, peran perempuan dan bagaimana pakaian bisa menjadi bagian dari momen-momen personal yang bermakna.
Kali ini bersama desainer womenswear asal Copenhagen, Denmark, Cecilie Bahnsen. Mengusung tema “Shapes of Poetry”, koleksi kolaborasi perdana UNIQLO dan Cecilie Bahnsen ini memadukan craftsmanship khas Cecilie dengan filosofi LifeWear UNIQLO yang mengedepankan kenyamanan, kualitas dan fungsi untuk dikenakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada sesuatu yang menarik ketika dua sahabat duduk bersama dan mulai menceritakan hal-hal kecil tentang hubungan mereka: cara mereka saling menjaga, bagaimana selera berpakaian mereka berubah seiring waktu, atau bagaimana menjadi ibu ternyata tidak menghapus identitas lama, namun justru membuat pribadi kita menjadi lebih utuh.
Ketika Sepasang Sahabat Bicara Soal Bertumbuh Bersama
Percakapan kemudian beralih ke sesuatu yang lebih personal ketika Sheila Dara dan Fita Anggriani mulai bercerita tentang perjalanan persahabatan mereka yang telah terjalin lebih dari satu dekade. Keduanya saling membagikan kisah persahabatannya, dari sekadar saling mengenal, hingga menjadi sahabat yang tumbuh bersama di tengah perubahan kehidupan dan karier masing-masing.
Bagi mereka, hubungan persahabatan yang bertahan lama tidak selalu dibangun dari intensitas bertemu setiap hari. Justru dari hal-hal kecil yang konsisten seperti rasa saling memahami, kejujuran, dan kehadiran di momen-momen sederhana di keseharian yang membuat semuanya tetap terasa dekat meski kesibukan terus bertambah.
“Aku pertama kali ketemu Sheila tahun 2012, dikenalin sama teman, dan waktu itu kita karaokean bareng. Aku langsung mikir, ‘Wah, dia cantik banget, suaranya juga bagus. Dari situ jadi pengen temenan sama dia, hahaha. Setelah itu kita jadi sering ketemu dan terus dekat sampai sekarang,” kenang Fita Anggriani tentang momen pertama ia bertemu Sheila.
Sheila Dara tertawa mendengar cerita itu, lalu menambahkan dengan nada hangat, “Mulanya memang dari situ, tapi kenapa kita masih temenan sampai sekarang karena Fita memang suka maintain pertemanan. Aku yang sering ilang-ilangan, tapi Fita selalu nyari. Rumah kita juga dari dulu selalu dekat, jadi kadang dia tiba-tiba sudah muncul aja di depan rumah”.
Ada satu hal yang Sheila garis bawahi soal mengapa hubungan mereka bisa bertahan selama 13 tahun: justru karena tidak ada tekanan, hubungan mereka bertumbuh dan mengalir dengan sendirinya.
“Menurut aku pribadi, untuk menjaga pertemanan itu less effort is better, makanya sampai sekarang pertemanan kita masih awet. Yang aku suka dari berteman sama Fita itu walaupun kita sama-sama sibuk, tapi giliran ketemu rasanya nggak ada waktu yang terlewat. Jadi semuanya terasa effortless,” ujarnya.
Menanggapi cerita tersebut, Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia.merespons dengan perspektif yang menarik: bahwa pola hubungan yang didasari shared values seperti itu jugalah yang tercermin pada proses kolaborasi antara UNIQLO dan Cecilie Bahnsen.
“Great partnerships, just like great friendships, are effortless dan memiliki nilai yang sama. Pada akhirnya, hubungan yang langgeng biasanya lahir karena memiliki shared values yang sama, sehingga semuanya terasa natural dan bisa berdampak. Kami sama-sama percaya bahwa fashion should serve the woman, dan pakaian seharusnya dapat bergerak bersama penggunanya untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” ujarnya melalui siaran pers.
Uniqlo menghadirkan kolaborasi spesial bersama desainer womenswear asal Copenhagen, Denmark, Cecilie Bahnsen dengan tema “Shapes of Poetry” bersama Sheila Dara dan Fita Anggriani di Jakarta, Rabu, 21 Mei 2026/Foto: Doc. Uniqlo
Kolaborasi yang Dimulai dari Sebuah Perkenalan
Cecilie Bahnsen adalah desainer asal Denmark yang dikenal karena kemampuannya mempertemukan dua hal: keindahan couture dan kenyamanan untuk dipakai setiap hari. Lulusan Royal College of Art London ini mendirikan labelnya sendiri di Copenhagen pada 2015, dan sejak itu menjadi salah satu suara paling distingtif dalam fashion kontemporer, dengan pendekatan desain yang feminin, romantis, namun selalu grounded dalam fungsi.
Kolaborasi ini sendiri punya cerita asal yang cukup menarik. Pada 2019, saat UNIQLO membuka toko pertamanya di Denmark, Yukihiro Katsuta (Senior Executive Officer Fast Retailing sekaligus Head of R&D UNIQLO) bertemu Cecilie secara kebetulan. Ia langsung tertarik pada pendekatan Cecilie terhadap detail khas couture dan materialitas. Tujuh tahun kemudian, koneksi itu akhirnya menemukan bentuknya dalam kolaborasi ini.
"Saya selalu mengagumi design ethics dari brand Jepang. Filosofi LifeWear UNIQLO terasa sangat dekat dengan pendekatan kami, yang berdasar pada bagaimana perempuan bergerak, hidup, dan mengekspresikan diri melalui pakaian. Saya berharap koleksi ini dapat memberi ruang bagi lebih banyak perempuan dan anak perempuan di berbagai belahan dunia untuk mengenakan koleksi ini dengan cara mereka sendiri," ujar Cecilie.
Dikenal melalui pendekatan desain yang feminin, romantis, sekaligus modern dan kontemporer, Cecilie Bahnsen menerjemahkan detail khas desainnya seperti motif floral, siluet bervolume, frill, dan shirring ke dalam busana yang lebih wearable untuk keseharian perempuan masa kini. Kolaborasi ini juga menjadi lini childrenswear pertama Cecilie, menghadirkan dress, T-shirt, dan skort untuk anak perempuan dengan desain yang selaras dengan koleksi dewasa.
LifeWear dalam Sentuhan Romantis
Bagi UNIQLO Indonesia, kolaborasi ini bukan sekadar mempertemukan dua nama dalam dunia fashion, melainkan pertemuan antara pendekatan “everyday couture” khas Cecilie Bahnsen dengan filosofi LifeWear yang mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan fungsi untuk kehidupan sehari-hari.
“DNA Cecilie Bahnsen yang feminin dan penuh craftmanship terasa sangat selaras dengan komitmen LifeWear terhadap kenyamanan dan kualitas. Lewat koleksi ini, kami ingin menghadirkan pakaian yang terasa romantis dan istimewa, namun tetap terasa ringan, versatile, dan nyaman dipakai sehari-hari. Jadi bukan hanya terasa istimewa secara desain, tapi juga benar-benar bisa ‘hidup’ bersama penggunanya,” ujar Evy Christina Setiawan.
Koleksi ini sekaligus menghadirkan interpretasi modern femininity yang lebih personal dan menawarkan fleksibilitas yang luas dalam hal styling. “Koleksi ini dirancang versatile dan mudah dipadupadankan untuk berbagai momen keseharian, mulai dari hangout, bekerja, hingga menemani anak bermain. Setiap perempuan bisa mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda melalui koleksi yang sama,” tambahnya.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·