Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Senin 22 Juni mengisahkan, Harry tampak serius saat berbincang dengan Fattah. Dalam percakapan itu, Fattah mengungkapkan kekecewaan yang selama ini ia pendam terkait Blade. Menurutnya, Blade telah mengkhianati kepercayaannya. Padahal, di tengah rumitnya lingkaran keluarga Alveric, Blade adalah satu-satunya orang yang benar-benar ia percaya. Mendengar hal tersebut, Harry langsung menebak siapa sosok yang menjadi sumber masalah. Tanpa ragu ia menyebut nama Axel, seolah sudah memahami arah pembicaraan Fattah.
Di tempat lain, Valerian berdiri di dekat jendela sambil menunggu kedatangan Axel. Tak lama kemudian, Axel muncul dan menghampirinya. Valerian segera menyampaikan hal yang membuatnya khawatir. Ia memberitahu bahwa Rose kini semakin dekat dengan Sterling. Menurut Valerian, Axel tidak bisa tinggal diam dan harus segera mengambil tindakan. Namun, berbeda dari yang diharapkan, Axel hanya menatap ibunya dengan ekspresi tenang tanpa menunjukkan reaksi berlebihan.
Sementara itu, suasana berbeda terlihat di Teras Café. Kelompok Sembilan Ilmu berkumpul menjelang ujian yang akan mereka hadapi keesokan harinya. Mohan membuka pembicaraan dengan menyinggung ketegangan yang dirasakan semua orang. Ia mengatakan bahwa besok mereka akan berada di ruangan yang sama, tetapi masing-masing membawa rasa takut dan kekhawatiran yang berbeda. Meski begitu, semangat mereka tidak surut. Saling memberi dukungan, mereka meyakinkan satu sama lain bahwa mereka mampu melewati ujian tersebut dengan baik.
Di sisi lain, Noel dan Jolina berjalan bersama sambil berbincang santai. Noel penasaran dengan alasan Jolina memintanya melacak seseorang. Pertanyaan itu akhirnya dijawab langsung oleh Jolina. Ia menghentikan langkahnya sejenak lalu mengungkapkan bahwa dirinya dijodohkan dengan orang yang sedang mereka bicarakan. Pengakuan itu membuat Noel terkejut dan tidak menyangka situasinya ternyata seserius itu.
Pada malam harinya, Harry menghubungi Aqeela melalui telepon. Dengan penuh perhatian, Harry berjanji akan menemani Aqeela belajar setiap hari hingga masa ujian berakhir. Mendengar tawaran tersebut, Aqeela merasa senang dan langsung menyetujuinya. Bahkan dengan nada antusias, ia bercanda bahwa belajar bersama sambil berkemah setengah hari terdengar seperti kegiatan yang sangat menyenangkan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·