Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah Cinta Episode Rabu 22 April Pukul 18.15 mengisahkan, Emran perlahan mulai diliputi perasaan campur aduk. Di satu sisi, muncul rasa iba dan penyesalan dalam dirinya ketika memikirkan rencana untuk menceraikan Funny di masa depan. Hatinya seakan tersentuh oleh kenyataan bahwa keputusan tersebut bisa menyakiti banyak pihak, terutama Funny yang selama ini ada di sisinya.
Namun, sisi licik dalam diri Emran rupanya belum benar-benar padam. Ia tetap menjalankan akalnya yang penuh tipu daya. Hal itu terlihat saat ia berhasil memperdaya Om Yuda dengan alasan ingin menjual sebuah video rahasia yang dianggap penting. Bukannya memberikan video yang dijanjikan, Emran justru mengirimkan rekaman berisi cacian dan adegan Rara yang meludah, sebuah tindakan yang jelas menunjukkan bahwa kelicikannya masih menguasai dirinya.
Di tempat lain, suasana haru menyelimuti Fathan dan Khansa yang datang berziarah ke makam sahabat mereka, Alika. Kunjungan itu terasa semakin emosional karena bertepatan dengan hari ulang tahun Alika. Di hadapan pusara sahabat yang telah berjasa besar dalam hidup mereka, Fathan dan Khansa larut dalam kenangan. Mereka mengingat kembali bagaimana Alika telah mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan mereka berdua. Momen tersebut bukan hanya menjadi ajang mengenang, tetapi juga memperkuat ikatan cinta di antara Fathan dan Khansa. Mereka seolah kembali diingatkan bahwa hubungan mereka tidak lepas dari peran besar Alika yang telah menyatukan takdir keduanya.
Sementara itu, konflik mulai memanas dengan munculnya rencana licik dari pihak lain. Puspa, yang telah dipengaruhi oleh hasutan Monika, Elva, dan Darto, menjalankan perannya dengan sangat meyakinkan. Ia menampilkan akting penuh air mata, seolah menjadi sosok yang patut dikasihani. Dengan cerdik, Puspa memanfaatkan gosip yang beredar di lingkungan sekitar mengenai hubungannya dengan Oscar. Ia memelintir keadaan untuk menarik simpati Khansa. Taktik manipulatif ini berjalan dengan sangat mulus.
Khansa yang berhati lembut, bersama Ibu Hutami, akhirnya luluh dan dengan tulus mengizinkan Puspa tinggal di apartemen mereka. Tanpa mereka sadari, keputusan tersebut justru membuka pintu bagi masalah baru, karena Puspa membawa niat tersembunyi yang dapat merusak kebahagiaan Khansa dari dalam.
Di sisi lain, Emran kembali menunjukkan kelicikannya dengan memanfaatkan situasi yang ada. Ketika ia mengetahui adanya rumor murahan yang menuduh dirinya menjalin hubungan diam-diam dengan Khansa, ia tidak berusaha meluruskan keadaan.
Sebaliknya, ia justru memutarbalikkan cerita tersebut menjadi senjata untuk menyerang Khansa. Dengan tega, Emran menuduh Khansa sebagai perebut laki orang dalam rumah tangga adiknya sendiri. Tuduhan tersebut merupakan rekayasa yang sengaja ia ciptakan untuk menjatuhkan Khansa. Akibatnya, Khansa harus menanggung rasa malu di hadapan publik. Skandal yang tidak berdasar itu bukan hanya merusak nama baiknya, tetapi juga menghancurkan kondisi mentalnya secara perlahan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·