Sam Altman Ungkap Elon Musk Incar Kendali Penuh Atas OpenAI

Sedang Trending 1 hari yang lalu

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan ambisi Elon Musk yang ingin menguasai penuh perusahaan kecerdasan buatan tersebut dalam persidangan di pengadilan federal Oakland, California. Kesaksian ini disampaikan setelah gugatan Musk terhadap OpenAI berujung pada kekalahannya, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Selasa (19/5/2026).

Altman menjelaskan bahwa Musk sebenarnya mendukung rencana pengubahan OpenAI menjadi entitas bisnis yang berorientasi pada keuntungan. Musk juga disebut menginginkan kendali jangka panjang, termasuk rencana untuk mewariskan perusahaan tersebut.

"Momen yang sangat mengerikan adalah ketika rekan-rekan pendiri saya bertanya, "Jika Anda memiliki kendali, apa yang terjadi ketika Anda meninggal?" Dia mengatakan sesuatu seperti, "...mungkin itu harus diwariskan kepada anak-anak saya"," ujar Sam Altman, CEO OpenAI.

Upaya pencarian kendali tersebut terjadi sejak OpenAI didirikan pada tahun 2015 melalui beberapa usulan struktur organisasi. Musk sempat meminta penambahan kursi di dewan direksi, posisi kepala eksekutif, hingga menyarankan OpenAI menjadi anak perusahaan dari Tesla.

"Jika saya membuat satu cuitan tentang ini, nilainya akan langsung melonjak," kenang Sam Altman, CEO OpenAI.

Kendati demikian, Altman beserta pendiri lainnya seperti Greg Brockman dan Ilya Sutskever menolak menyerahkan kendali kepada Musk. Mereka menilai penyerahan kuasa demi pendanaan tidak akan membantu misi pengembangan Artificial General Intelligence (AGI).

"Saya sangat tidak nyaman dengan hal itu," kata Sam Altman, CEO OpenAI.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga netralitas pengembangan teknologi kecerdasan buatan masa depan. Para pendiri OpenAI sepakat bahwa pemusatan kekuasaan pada satu orang harus dihindari.

"Salah satu alasan kami memulai OpenAI adalah karena kami tidak berpikir bahwa satu orang pun seharusnya mengendalikan AGI," ungkap Sam Altman, CEO OpenAI.

Akibat penolakan tersebut, Musk memilih hengkang dari OpenAI pada awal tahun 2018. Miliarder itu kemudian menghentikan donasi triwulanan sebesar USD 5 juta dan mengirimkan surat elektronik yang meragukan masa depan perusahaan.

"memiliki peluang 0%, bukan 1%, untuk sukses" tulis Elon Musk dalam email yang diungkap Sam Altman, CEO OpenAI.

Hubungan kedua pihak semakin menjauh ketika OpenAI membentuk anak perusahaan profit pada tahun 2019. Musk menolak tawaran investasi yang diberikan oleh Altman karena restrukturisasi tersebut tidak memberikan hak kendali kepadanya.

"Dia mengatakan tidak karena dia tidak akan lagi berinvestasi di perusahaan rintisan mana pun yang tidak dia kendalikan," tandas Sam Altman, CEO OpenAI.