Seekor sapi kurban jenis Simmental berbobot sekitar 1 ton tercebur ke septic tank saat hendak diambil pembelinya di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (26/5). Damkar dihubungi untuk mengevakuasi sapi tersebut.
Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto harus ekstra hati-hati untuk mengevakuasi sapi milik Sutrisno. Sebab septic tank memiliki kedalaman sekitar 6 meter dan diameternya sempit.
“Mau diambil sama yang beli. Mau dikeluarkan orang dua, sapi berontak akhirnya jatuh ke septic tank,” kata Sutrisno, Selasa (26/5).
Petugas damkar bersama relawan dan warga mengevakuasi sapi dengan mengikat tubuhnya. Sapi kemudian ditarik memakai chain block atau katrol manual.
Komandan Regu Damkar Pemkab Mojokerto Sukamto mengatakan proses evakuasi terkendala ukuran lubang septic tank yang sempit.
“Kendalanya memang diameter septic tank sempit untuk memasukkan tali ke perut sapi. Beberapa kali meleset karena posturnya lemas sehingga molor,” ujarnya.
Petugas juga mengisi septic tank dengan air agar tubuh sapi lebih mudah diangkat ke permukaan.
“Hampir 5 jam kami berjuang untuk mengeluarkan sapi, alhamdulillah sekitar pukul 19.30 WIB sapi sudah bisa dikeluarkan,” terang Sukamto.
Meski sempat mengalami stres akibat terjebak berjam-jam di dalam septic tank, sapi tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan sempat berdiri setelah dievakuasi.
“Sapi ini mau diambil pembelinya untuk kurban besok,” pungkasnya.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·