PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersiap memulai operasional komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah resmi menerima izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital pada Minggu, 10 Mei 2026. Kepastian operasional ini diperoleh usai satelit tersebut dinyatakan lulus rangkaian Uji Laik Operasi (ULO) yang dilaksanakan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada April lalu.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, infrastruktur luar angkasa ini memiliki kapasitas transmisi mencapai 160 Gbps yang menjadikannya salah satu satelit dengan kapasitas terbesar di kawasan Asia. Kehadiran Satelit N5 diproyeksikan mampu memperkuat kedaulatan digital nasional serta mendukung program pemerataan akses internet hingga ke wilayah pelosok Indonesia.
Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, menyatakan bahwa kelulusan tahapan ULO merupakan pencapaian krusial bagi perusahaan. Hal ini menjadi syarat mutlak sebelum satelit dapat melayani kebutuhan data masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
"Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara," kata Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara.
Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi melakukan verifikasi menyeluruh terhadap sarana telekomunikasi Satelit N5. Pengujian ini merujuk pada standar keamanan dan fungsionalitas yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menilai Satelit N5 sebagai aset strategis negara. Pemerintah menargetkan infrastruktur ini dapat membantu pencapaian kecepatan internet rata-rata nasional sebesar 100 Mbps pada tahun 2029 mendatang.
"Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Kami berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital," tutur Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi.
Proses inspeksi teknis di Gateway Banjarbaru mencakup berbagai parameter ketat, termasuk keandalan transmisi dan kepatuhan terhadap spektrum frekuensi. Hal ini dilakukan untuk menjamin hak konsumen dalam mendapatkan layanan telekomunikasi yang berkualitas di masa depan.
"Proses pemeriksaan yang kami lakukan di Gateway Banjarbaru ini mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai dengan standar dan ketentuan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal," jelas Falatehan, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi.
Satelit N5 dirancang menggunakan platform Boeing 702MP dengan teknologi 101 spot beam Ka-band yang mencakup wilayah Asia Tenggara. Satelit ini telah berada di slot orbit 113° Bujur Timur sejak Januari 2026 setelah diluncurkan dari Amerika Serikat pada akhir tahun sebelumnya. Dengan masa operasional lebih dari 15 tahun, PSN telah mengintegrasikan tujuh stasiun bumi mulai dari Aceh hingga Tarakan untuk mendukung penuh segmen luar angkasa tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·