Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan bahwa tahun 2026 merupakan momentum tepat bagi ASEAN bersama China untuk menyelesaikan Pedoman Tata Perilaku (Code of Conduct atau CoC) di Laut China Selatan.
“Kita sedang mempertahankan momentum. Kita membuat kemajuan nyata untuk menyelesaikan CoC Laut China Selatan,” kata Sekjen Kao dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin.
Ia mengaku optimistis CoC dapat selesai tahun ini, mengingat negosiasi antara ASEAN dan China terus berlanjut secara rutin setiap bulannya, khususnya untuk menyelesaikan sejumlah isu atau ganjalan yang masih belum diatasi.
Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa kedua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan pedoman tata perilaku di Laut China Selatan itu.
Kao mengatakan, meski tidak selalu terlibat langsung dalam setiap tahapan negosiasi CoC antara pihak ASEAN ataupun China, dirinya terus mendapatkan pembaruan informasi secara rutin.
Dengan menerima laporan perkembangan konkret dari negosiasi yang berjalan serta menanyakan secara rinci apa yang dibahas, dia pun mengaku dapat menyimpulkan bahwa perundingan CoC Laut China Selatan berlangsung dengan baik.
Sekjen Kao juga mengatakan bahwa apabila ASEAN berhasil menyelesaikan CoC Laut China Selatan tahun ini, berarti ASEAN berhasil memenuhi komitmennya saat KTT ASEAN di Jakarta pada 2023 lalu untuk “menyelesaikan negosiasi CoC dalam waktu tiga tahun”.
“Saya sangat optimistis bahwa negosiasi CoC akan dapat selesai tahun ini,” demikian Sekjen ASEAN.
Adapun dalam Deklarasi Bersama Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim yang diteken pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5), para pemimpin ASEAN sepakat melanjutkan negosiasi CoC Laut China Selatan sesuai hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.
Sementara itu, pada Maret 2026, Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing menegaskan bahwa China memiliki kemauan politik yang solid untuk menyelesaikan CoC di Laut China Selatan sesuai targetnya pada tahun ini.
Dia mengatakan bahwa CoC Laut China Selatan akan menjadi landasan untuk menyelesaikan sengketa maritim antarnegara serta “menciptakan narasi baru tentang Laut China Selatan”, karena selama ini Laut China Selatan sering diasosiasikan sebagai kawasan tempat terjadinya konfrontasi dan sengketa.
Baca juga: ASEAN-China upayakan Kode Etik Laut China Selatan rampung tahun ini
Baca juga: Menlu Sugiono harap Kode Etik Laut China Selatan tak berlarut-larut
Baca juga: ASEAN target finalisasi CoC Laut China Selatan pada 2026
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·