Sekuel film kultus The Devil Wears Prada 2 resmi merambah layar lebar pada Mei 2026 dengan menyatukan kembali Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci. Film yang disutradarai oleh David Frankel ini mengangkat perjuangan Miranda Priestly menghadapi ketidakpastian masa depan majalah Runway di tengah gempuran media digital dan algoritma.
Produksi film ini mengambil lokasi syuting ikonik mulai dari Manhattan dan Long Island di New York, hingga Milan dan Danau Como di Italia untuk menghidupkan kemewahan dunia mode. Dilansir dari Tempo.co, lokasi seperti American Museum of Natural History digunakan sebagai latar acara gala Runway, menggantikan fungsi Met Gala dalam narasi film tersebut.
Desainer kostum Molly Rogers mengambil alih peran Patricia Field untuk mendefinisikan ulang gaya busana para karakter setelah dua dekade. Rogers mengungkapkan bahwa ia harus menyeimbangkan warisan film pertama dengan tren masa kini melalui kolaborasi dengan rumah mode ternama serta desainer muda berbakat.
"I need that cerulean sweater." cetus Molly Rogers, Desainer Kostum.
Rogers menekankan pentingnya menyertakan elemen ikonik tersebut sebagai penghormatan kepada para penggemar, meski sweater itu kini ditampilkan dengan kondisi yang sudah usang. Selain busana, ia juga berupaya mencari kembali cincin karakter Nigel yang sempat hilang dari arsip studio.
"I thought Stanley had taken it as a memento, but he denied it, so I believe him." kata Molly Rogers, Desainer Kostum.
Pemeran utama Meryl Streep juga terlibat aktif dalam menentukan detail penampilannya, termasuk saat reintroduksi karakternya menggunakan gaun merah Balenciaga. Streep memberikan masukan khusus mengenai penggunaan sepatu hak rendah yang dianggap lebih sesuai dengan visi kreatif desainer aslinya.
"This is what Pierpaolo Piccioli, the Creative Director of Balenciaga, intended for this gown, and we should stick with this idea of a lower shoe." ujar Meryl Streep, Aktris.
Vogue Adria melaporkan bahwa film ini juga menyentuh sisi emosional mengenai tanggung jawab pembaca dalam menjaga keberlangsungan jurnalisme berkualitas. Digital Director Vogue Adria, Nives Bokor, menilai film tersebut berhasil menangkap ketegangan antara kecepatan dunia digital dan kedalaman konten cetak.
"Good journalism is not only the responsibility of journalists, but also of readers." papar Nives Bokor, Digital Director Vogue Adria.
Bokor menambahkan bahwa meskipun terdapat kritik terhadap pendekatan subjek yang dianggap superfisial, film ini memberikan perspektif nyata tentang tantangan editorial masa kini. Sementara itu, Art Director Stanislav Zakic menyebut sekuel ini sebagai pengingat akan alasan publik mencintai dunia fashion terlepas dari tekanan dan kekacauan di dalamnya.
"Don’t be ridiculous Andrea, everybody wants this." tutur Stanislav Zakic, Art Director Vogue Adria.
Zakic mengutip kalimat ikonik tersebut untuk menggambarkan bagaimana ambisi dalam industri fashion tetap relevan meski pasar telah berubah total. The Devil Wears Prada 2 kini telah resmi tersedia di bioskop-bioskop global setelah penayangan perdananya di Beograd.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·