Semen Padang FC dipastikan terdegradasi dari kompetisi Super League 2025/2026 setelah menderita kekalahan 0-1 dari Dewa United Banten FC pada pekan ke-31, Minggu (3/5/2026). Hasil pahit ini memperpanjang siklus naik-turun kasta tim berjuluk Kabau Sirah tersebut di kancah sepak bola nasional.
Kekalahan ini membuat perolehan poin Semen Padang tertahan di angka 20, dengan sisa tiga pertandingan yang hanya mampu menghasilkan maksimal 29 poin. Dilansir dari Detik Sport, jumlah tersebut tidak cukup untuk mengejar Madura United FC di peringkat ke-15 karena kalah catatan pertemuan atau head-to-head.
Klub asal Sumatera Barat ini menunjukkan tren performa yang fluktuatif sejak era Liga 1 dimulai pada 2017. Setelah sempat bertahan di peringkat ke-13 pada musim 2024/2025, performa tim merosot tajam pada musim berjalan hingga kembali harus turun ke divisi kedua.
Pihak manajemen klub telah merilis pernyataan resmi untuk menanggapi kegagalan tim bertahan di kasta tertinggi musim ini.
"Manajemen Semen Padang FC menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter, pecinta sepakbola, serta masyarakat Sumatera Barat atas hasil yang tidak sesuai harapan pada musim ini, yang berujung pada degradasi tim ke Liga 2," tulis pernyataan klub.
Langkah evaluasi besar-besaran direncanakan oleh manajemen sebagai respons atas kekecewaan para pendukung dan capaian tim yang jauh di bawah target awal.
"Kami sepenuhnya menyadari bahwa pencapaian ini jauh dari ekspektasi dan telah menimbulkan kekecewaan bagi banyak pihak. Untuk itu, manajemen bersama seluruh elemen tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh sebagai langkah perbaikan guna membangun kembali kekuatan tim agar dapat kembali bersaing dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang." tulis pernyataan klub.
Upaya perbaikan tim ke depan juga akan menyentuh aspek non-teknis, termasuk rencana pembenahan infrastruktur markas mereka, Stadion Haji Agus Salim. Stadion tersebut sebelumnya dinilai hanya memenuhi kriteria standar minimum untuk menggelar pertandingan liga.
| Liga 1 2017 | Peringkat 16 (degradasi) |
| Liga 2 2018 | Runner-up (promosi) |
| Liga 1 2019 | Peringkat 17 (degradasi) |
| Liga 2 2020 | Kompetisi tidak tuntas |
| Liga 2 2021/22 | Fase grup |
| Liga 2 2022/23 | Fase grup (tidak tuntas) |
| Liga 2 2023/24 | Runner-up (promosi) |
| Liga 1 2024/25 | Peringkat 13 |
| Super League 2025/26 | Degradasi |
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·