Semenyo dan Cherki Perkuat Manchester City Jelang Jamu Arsenal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Penyerang Antoine Semenyo dan gelandang Rayan Cherki dipastikan memperkuat Manchester City dalam laga krusial menghadapi Arsenal di Stadion Etihad pada Minggu, 19 April 2026. Pertandingan pekan ke-33 Premier League ini menjadi penentu penting dalam persaingan perebutan gelar juara liga musim ini.

Dilansir dari koranmanado.co.id, Manchester City memiliki modal statistik kemenangan sebesar 87,5 persen selama bulan April dalam enam tahun terakhir berdasarkan data Goal.com. Saat ini, Arsenal memimpin klasemen dengan 70 poin, sementara tim asuhan Pep Guardiola membuntuti dengan 64 poin namun memiliki satu simpanan pertandingan lebih banyak.

Antoine Semenyo yang telah mengoleksi 15 gol di liga musim ini menyatakan kesiapannya untuk dimainkan di posisi mana pun di lini serang. Dalam AllOutFootball Podcast, pemain berusia 26 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya mampu beradaptasi sebagai penyerang tengah maupun pemain sayap.

"I can just play everywhere to be fair. I started off as a nine, midfielder, went back to nine and winger now, but I can play everywhere to be fair" ucap Antoine Semenyo, Penyerang Manchester City.

Mantan pemain AFC Bournemouth tersebut juga mendiskusikan area favoritnya di lapangan saat berbincang dengan Joleon Lescott. Semenyo mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati peran saat beroperasi di sektor sayap.

"Right and left [wing]" tutur Antoine Semenyo, Penyerang Manchester City.

Selain performa di level klub, Semenyo merefleksikan tekanan besar yang ia hadapi saat membela tim nasional Ghana karena ekspektasi pendukung The Black Stars yang sangat tinggi. Ia dijadwalkan akan menghadapi Inggris, Kroasia, dan Panama pada babak grup Piala Dunia 2026 mendatang.

"In Ghana the expectation is, every ball I touch has to be in the back of the net. If it's not, you're crap. That's how they are" cetus Antoine Semenyo, Penyerang Manchester City.

Semenyo turut menjelaskan alasannya memilih membela Ghana daripada Inggris meskipun lahir di London. Kepada podcast The Mixer, ia menyebutkan bahwa kesempatan bermain di tim utama menjadi faktor penentu utama.

"I was 20, 21 when Ghana came calling. I couldn't say no to playing for the first team, so it was an easy choice" ujar Antoine Semenyo, Penyerang Manchester City.

Ia menegaskan kembali keputusannya tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah masuk dalam radar pemantauan utama tim nasional Inggris saat itu. Dukungan keluarga besar menjadi penguat pilihannya membela negara asal orang tuanya.

"No, it was never a hard decision. I wasn't even in England's top ranking like that anyway" kata Antoine Semenyo, Penyerang Manchester City.

Sementara itu, Rayan Cherki juga menjadi komponen vital di lini tengah City dengan catatan sepuluh assist dan tiga gol musim ini. Manajer Pep Guardiola memberikan pujian tinggi atas kemampuan pemain muda asal Prancis tersebut dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.

"la première qualité que j'aime trouver chez un joueur" said Guardiola, Pep, Manager.

Guardiola menyoroti kreativitas yang dibawa Cherki ke dalam struktur taktis tim, terutama dalam memimpin transisi ofensif selama kampanye musim semi. Sang manajer terus memberikan kepercayaan penuh meski Cherki sempat menunjukkan aksi pamer bakat saat final Piala Liga.

"esprit libre" said Guardiola, Pep, Manager.

Dalam pengamatannya, Guardiola melihat Cherki memiliki bakat yang sangat luar biasa untuk dikembangkan lebih jauh di masa depan. Hal ini yang mendasari keputusannya untuk mengintegrasikan kembali sang pemain ke peran menyerang sentral.

"Cherki a un talent exceptionnel" said Guardiola, Pep, Manager.

Di sisi lain, laporan L'Équipe menyebutkan bahwa Cherki tetap bersikap profesional selama periode dirinya menjadi pemain cadangan di musim dingin. Ia memilih untuk memahami filosofi kepelatihan manajer tanpa menuntut penjelasan lebih lanjut.

"Pep ne justifie pas ses choix" said Cherki, Rayan, Player.

Legenda Arsenal, Lauren, memberikan perspektif bahwa tekanan besar justru berada di pihak Manchester City karena mereka wajib memenangkan semua pertandingan sisa. Dilansir dari talkSPORT, mantan pemain Kamerun tersebut meminta para pemain Arsenal untuk tetap berpegang pada prinsip permainan mereka.

“What I believe is that we have to stick with our principles,” the former Indomitable Lions star told talkSPORT.

Lauren menekankan bahwa Arsenal harus berangkat ke Stadion Etihad dengan keyakinan penuh untuk meraih kemenangan guna mengunci gelar juara. Ia mengabaikan segala pembicaraan mengenai kekuatan City yang terus membayangi posisi puncak klasemen.

“We know that it’s not going to be an easy game, play against Man City because they’re doing well. However, I believe that you have to go with the conviction and with the belief that we can win this game. Come on, lads. I mean, I won’t stand saying that, OK, we know that we lost the cup, we lost against Southampton, we lost against Bournemouth. However, all those noises that Man City are coming, Man City are coming, Man City are coming. And what? We are on top of the league. We are six points clear. So we have to go over there and think that we can win this game because the big pressure is on them. We are top of the league with six points clear. So if we win our games, we become champions. They are the ones that they have the big pressure because they have to win all the games and wait for Arsenal to lose.” ujar Lauren Bisan-Etame Mayer, Mantan Pemain Arsenal.