Jadi intinya...
- "Hikayat Perahu" Bumi Purnati terpilih untuk Performing Arts 2026 di La Biennale di Venezia.
- Karya ini memperkenalkan filosofi Asia Tenggara dan kekayaan artistik Indonesia ke audiens global.
- Riccardo Mazzoni dan tim Red Studio memastikan kualitas audio serta identitas artistik pertunjukan.
Liputan6.com, Jakarta - Dunia seni pertunjukan Indonesia menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Keberhasilan ini ditandai dengan terpilihnya "Hikayat Perahu / The Tale of Boat" produksi Bumi Purnati, sebagai bagian dari program Performing Arts 2026 di ajang La Biennale di Venezia, Italia.
Pencapaian luar biasa ini menjadi langkah strategis bagi kebudayaan Nusantara untuk semakin memperkokoh eksistensinya di panggung dunia. Melalui narasi yang kuat dan visualisasi yang memukau, karya ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan filosofi Asia Tenggara kepada audiens global secara lebih mendalam.
“Indonesia memiliki kekayaan artistik yang luar biasa, dan saya percaya karya-karya seperti ini layak mendapatkan tempat di panggung dunia,” ujar Riccardo Mazzoni kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/5/2026).
“Indonesia memiliki kekayaan artistik yang luar biasa, dan saya percaya karya-karya seperti ini layak mendapatkan tempat di panggung dunia,” Ricardo menyambung.
Ricardo yang merupakan produser musik, menilai bahwa kesuksesan proyek ini tidak lepas dari andil profesional kreatif yang terlibat untuk menyempurnakan setiap detail pertunjukan. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah kualitas audio yang ditangani langsung Riccardo.
“Tugas kami bukan sekadar membuat audio terdengar bagus, tetapi memastikan identitas artistiknya tetap utuh ketika dipresentasikan kepada audiens internasional,” ungkapnya.
Ricardo dipercaya penuh untuk memimpin produksi audio bersama tim ahli dari Red Studio. Ia memikul tanggung jawab dalam meramu suara agar selaras dengan pesan spiritual yang ingin disampaikan melalui panggung teater tersebut.
“Instrumen tradisional dan nyanyian budaya tidak bisa diperlakukan seperti produksi pop biasa,” imbuhnya.
Resonansi Emosional dan Spiritual
Kepercayaan besar tersebut datang langsung dari Restu Imansari Kusumaningrum, sosok visioner yang konsisten membawa seni pertunjukan Indonesia ke level dunia. Keterlibatan RM Entertainment dan Red Studio dalam proyek ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas yang mampu bersaing secara elegan.
“Ada resonansi emosional dan spiritual yang harus tetap hidup,” tambahnya saat menjelaskan tantangan dalam menjaga keaslian bunyi.
Pertunjukan "Hikayat Perahu" sendiri berada di bawah arahan sutradara, Sri Qadariatin, yang memiliki rekam jejak panjang dalam kolaborasi internasional. Di pertunjukan itu, sang sutradara merajut elemen tradisi dan modernitas menjadi satu kesatuan pertunjukan yang sangat dinamis.
Indonesia Memiliki Kekayaan Artistik
Materi pertunjukan ini diangkat dari karya sastra sufi Melayu klasik "Syair Perahu" yang merupakan buah pikir ulama besar Hamzah Fansuri. Kisahnya menggambarkan perjalanan spiritual manusia menuju Sang Pencipta dengan menggunakan simbolisme sebuah perahu yang sedang mengarungi samudera kehidupan.
“Indonesia memiliki kekayaan artistik yang luar biasa, dan saya percaya karya-karya seperti ini layak mendapatkan tempat di panggung dunia,” pungkas Ricardo.
Duka Fedi Nuril Setelah Ibunda Meninggal, Mohon Ampun Jika Selama Ini Kurang Lembut Pada Mama
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·