Serangan Dron Ukraina di Crimea dan Donetsk Tewaskan 11 Warga Sipil

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Serangan pesawat tanpa awak atau dron oleh militer Ukraina di semenanjung Crimea dan wilayah Donetsk pada Rabu, 3 Juni 2026, hingga Kamis, 4 Juni 2026, mengakibatkan sedikitnya 11 orang sipil tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Pemimpin regional Donetsk, Denis Pushilin mengumumkan lewat media sosial bahwa sebuah dron ofensif Ukraina menghantam bus reguler rute Moskow-Simferopol di wilayah Yenakiievo, yang berada di bawah kendali Rusia.

Insiden maut terhadap transportasi publik tersebut dilaporkan merenggut nyawa tujuh orang warga sipil secara instan di lokasi kejadian.

"En Yenakiyevo, se llevó a cabo un ataque de un UAV (siglas en inglés de vehículo aéreo no violentas) ofensivo contra un autobús regular 'Moscú-Simferopol'. Según la información preliminar, murieron siete civiles", tulis Pushilin di media sosial miliknya.

Selain korban meninggal dunia, Pushilin menambahkan bahwa terdapat 11 orang lainnya yang menderita luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis intensif.

"Expreso mis sinceras condolencias a las familias y seres queridos de las víctimas. Deseo una pronta recuperación a los heridos", kata Pushilin dalam unggahan lanjutan.

Dalam laporan terpisah dari kantor berita Rusia Sputnik, seorang pengemudi taksi kelahiran tahun 1970 juga dilaporkan tewas di jalan lingkar distrik Leninsky akibat serangan dron lainnya di Donetsk.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengecam keras aksi berkala militer Ukraina yang terus menargetkan objek maupun infrastruktur sipil di wilayah perbatasan Rusia tersebut.

"Es una cacería humana. Envían a su propia gente a la muerte mediante el reclutamiento forzoso. Nuestra gente está siendo asesinada con métodos terroristas", tegas Zakharova.

Sementara itu di wilayah Crimea, Gubernur Crimea yang ditunjuk Rusia, Sergei Aksyonov melaporkan tiga warga sipil tewas di kota Simferopol pada 4 Juni 2026 sekitar pukul 01.40 dini hari waktu Moskow akibat serangan dron udara.

Aksyonov memaparkan bahwa korban keempat di Crimea meninggal dunia setelah sebuah serangan udara menghantam kereta api rute kota Azovske menuju pelabuhan Kerch di bagian timur.

Adapun di kota pelabuhan Sevastopol, sistem pertahanan udara Rusia mengklaim berhasil mencegat lebih dari 52 dron Ukraina tanpa adanya laporan korban luka dari warga setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi total ada 272 dron Ukraina yang berhasil dilumpuhkan di atas wilayah teritorial Rusia dan semenanjung Crimea sepanjang periode 3 Juni hingga 4 Juni 2026.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan pernyataan bahwa serangan udara dari pihak Kiev tersebut merupakan bentuk respons proporsional terhadap agresi militer Rusia sebelumnya.

Di sisi lain, serangan dron intensif yang menembus jauh ke dalam wilayah Rusia ini telah membayangi jalannya agenda Forum Ekonomi Internasional di San Petersburg.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui adanya kerusakan akibat hantaman dron Ukraina yang sempat memicu kebakaran di fasilitas penyimpanan minyak San Petersburg serta pangkalan angkatan laut terdekat.

"Lamentablemente, algunos drones ucranianos lograron penetrar nuestras defensas", aku Putin saat menjawab pertanyaan Associated Press dalam pertemuan bersama para pemimpin media internasional.

Menyikapi celah pertahanan tersebut, Putin menegaskan langkah strategis pemerintah Rusia untuk segera memodernisasi sekaligus memperkuat payung udara militer mereka.

"Rusia cuenta con sistemas de defensa aérea. Necesitamos mejorar y fortalecer estos sistemas, y así lo haremos", pungkas Putin.