Serangan Israel di Tyre Tewaskan 13 Orang Jelang Gencatan Senjata

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Rentetan serangan udara Israel menghantam wilayah Tyre, Lebanon bagian selatan, pada Kamis (16/4) malam yang mengakibatkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia. Agresi mematikan ini terjadi hanya beberapa menit sebelum kesepakatan gencatan senjata resmi diberlakukan pada tengah malam waktu setempat.

Penghancuran enam gedung permukiman di wilayah tersebut dilaporkan oleh koresponden AFP, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (17/4). Selain korban jiwa, seorang pejabat setempat mengonfirmasi bahwa sekitar 35 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Upaya evakuasi saat ini masih berlangsung di lokasi kejadian untuk mencari warga yang terperangkap. Petugas penyelamat dilaporkan tengah melakukan penyisiran terhadap 15 orang yang dinyatakan hilang di bawah puing-puing bangunan yang rata dengan tanah.

Kesepakatan penghentian kontak senjata selama 10 hari ke depan sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pengumuman ini menjadi titik krusial dalam diplomasi regional yang melibatkan pihak-pihak bertikai melalui mediasi Washington DC.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST," kata Trump dalam pengumuman via Truth Social.

Langkah perdamaian sementara ini merupakan hasil dari diskusi langsung antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Amerika Serikat pada Selasa (14/4). Pertemuan tersebut mencatat sejarah sebagai interaksi langsung pertama antara pejabat tinggi kedua negara sejak tahun 1993.

Eskalasi konflik di Lebanon meningkat sejak 2 Maret lalu setelah Hizbullah meluncurkan serangan ke wilayah Israel. Dampak dari operasi militer Tel Aviv selama periode tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa satu juta penduduk Lebanon mengungsi dari kediaman mereka.