Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengoptimalkan operasional 209 unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk menekan volume pembuangan ke tempat pemrosesan akhir. Langkah strategis berbasis pemberdayaan masyarakat ini dilaporkan pada Jumat (17/4/2026) sebagai upaya menjaga kapasitas tampung lahan pembuangan.
Pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi prioritas utama melalui integrasi ratusan titik pengolahan di tingkat desa. Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, saat ini terdapat 209 unit TPS3R serta sekitar 200 bank sampah yang tersebar di wilayah Sidoarjo untuk mendukung sistem ini.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Arif Mulyono, menjelaskan bahwa fokus utama instansinya adalah memaksimalkan peran warga dalam mengelola limbah domestik secara mandiri.
"Kami memiliki 209 TPS3R dan sekitar 200 bank sampah di desa-desa. Fokus kami memberdayakan masyarakat melalui TPS3R," kata Arif Mulyono, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.
Struktur pengelolaan unit pengolahan ini diserahkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setiap unit rata-rata menyerap delapan tenaga kerja lokal yang bertugas mulai dari administrasi keuangan hingga proses pemilahan teknis di lapangan.
"Tugas TPS3R mulai dari menarik retribusi Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu per KK, pengangkutan sampah, pemilahan, hingga menjual hasil pilahan," jelas Arif Mulyono, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.
Setiap TPS3R mampu melayani sekitar 1.000 kepala keluarga dengan volume sampah masuk mencapai 1.500 kilogram per hari. Limbah organik diproses menjadi kompos, sedangkan material non-organik bernilai ekonomis dijual kembali oleh pihak pengelola untuk menambah pendapatan operasional desa.
Total produksi sampah di Sidoarjo sendiri mencapai 1.200 ton setiap harinya, namun keberadaan sistem ini berhasil memangkas distribusi ke TPA hingga tersisa 500-600 ton saja. Residu akhir yang dikirim ke TPA Griyomulyo di Kecamatan Jabon tercatat hanya sekitar 40 hingga 50 persen dari total hasil pemilahan.
"Keberadaan TPS3R menjaga umur TPA kami agar tidak cepat penuh," pungkas Arif Mulyono, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·