Singapura Amankan Pasokan LNG Gantikan Pengiriman Timur Tengah

Sedang Trending 9 jam yang lalu

Singapura berhasil mengamankan pasokan gas alam cair (LNG) yang memadai hingga akhir tahun ini untuk menggantikan kargo yang tertahan di Selat Hormuz. Langkah antisipasi ini diambil akibat berkecamuknya perang Iran yang mengganggu jalur pelayaran sekutu.

Dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (20/5/2026), pasokan alternatif tersebut diperoleh dari pasar spot di luar kawasan Timur Tengah. BUMN Singapura, Singapore GasCo Pte Ltd, kini juga tengah menjajaki kontrak jangka panjang dengan produsen asal Amerika Serikat, Australia, hingga Kanada.

Konflik bersenjata yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak akhir Februari 2026 telah menyumbat Selat Hormuz. Padahal, koridor perairan vital tersebut mengontrol seperlima dari total pasokan LNG di seluruh dunia.

Hampir seluruh kebutuhan listrik di Singapura ditopang oleh gas alam, dengan lebih dari 40 persen impor LNG berasal dari Qatar pada tahun lalu. Hambatan rantai pasok global ini sempat memicu peringatan kenaikan tarif listrik domestik pada Maret lalu.

Pemerintah Singapura merespons krisis dengan memburu LNG spot, memanfaatkan batu bara, hingga menerapkan pembatasan bahan bakar. Rencana jangka panjang juga disiapkan untuk mengimpor hingga 4 juta ton LNG per tahun pada 2032.

“Kami telah mengamankan pasokan LNG yang cukup untuk mengatasi pembatasan yang pasokan kami lihat datang” kata CEO Singapore GasCo Pte Ltd Alan Heng.