Siswa SMP Negeri 3 Magetan mengikuti Lomba Takbir Keliling Berlampion dengan memanfaatkan botol plastik bekas pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus sebagai sarana pembentukan karakter dan kreativitas peserta didik.
Acara keagamaan tersebut mengusung tema "Indahnya Kata Kebaikan dalam Irama, Indahnya Berbagi Qurban di Lebaran Idul Adha Meraih TAQWA". Berdasarkan laporan Akuratmedianews.com, tema ini menekankan pentingnya menebarkan kebaikan melalui ucapan, sikap, tindakan, serta menumbuhkan empati melalui ibadah qurban sejak dini.
Kekhasan terlihat dari pemanfaatan limbah botol plastik bekas yang dirangkai dengan ornamen Islami menjadi lampion berwarna-warni. Melalui pembuatan lampion tersebut, para siswa diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah plastik, serta menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga sekolah.
Nilai-nilai Idul Adha seperti pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS turut diimplementasikan dalam kehidupan sekolah. Siswa diharapkan mampu menerapkan sikap saling membantu, menghormati guru dan orang tua, serta disiplin meluangkan waktu untuk belajar.
Kepala SMP Negeri 3 Magetan, Hayuningsih, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap syiar Islam serta melatih kekompakan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam suasana religius yang positif. Tak hanya berlomba, tetapi siswa juga belajar tentang makna kebersamaan, toleransi, serta pentingnya menjaga tradisi Islami yang penuh nilai pendidikan," ujar Hayuningsih, Kepala SMP Negeri 3 Magetan.
Pihak sekolah menjadikan lomba ini sebagai media pembelajaran karakter di luar kelas, di mana siswa bekerja sama menyiapkan konsep penampilan dari awal hingga akhir.
"Harapan kami, anak-anak tidak hanya memahami Idul Adha sebatas perayaan, namun juga mampu mengambil hikmah tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan kegiatan seperti ini, sekolah ingin membentuk generasi yang religius, kreatif, dan memiliki jiwa sosial yang kuat," tambah Hayuningsih.
Iringan gema takbir dan kreativitas lampion daur ulang dari para siswa membuat suasana lomba berlangsung meriah serta mendapat respons positif dari guru maupun siswa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·