Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memperkirakan kebutuhan guru di SD dan SMP Negeri masih mengalami kekurangan sekitar 100 orang.
Kepala Disdik Sleman, Mustadi, menjelaskan kekurangan guru terjadi secara terus-menerus karena adanya pensiun guru setiap bulan. Di sisi lain, sekolah tidak lagi diperbolehkan mengangkat guru baru dengan skema apapun mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
“Sleman sampai saat ini kan masih kekurangan guru terus, terutama yang negeri,” kata Mustadi dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (7/5).
Ia mengatakan kebutuhan guru di sekolah negeri menjadi persoalan yang cukup kompleks karena jumlah tenaga pendidik yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Selain pensiun, jumlah guru juga berkurang karena sebagian diangkat menjadi kepala sekolah.
“Pensiun terus berjalan ini, otomatis pensiun di SD saat itu juga kurang guru saat itu juga, pasti. Ketika ada pensiun pasti guru kurang, tidak boleh mengangkat dengan peristilahan apapun,” kata Mustadi.
Disdik Sleman mencatat saat ini terdapat sekitar 115 guru honorer di sekolah negeri yang telah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Rinciannya terdiri dari sekitar 45 guru honorer SD dan 70 guru honorer SMP.
Guru-guru honorer tersebut masih membantu proses pembelajaran di sekolah negeri di Sleman. Mereka juga memperoleh bantuan fasilitasi dari pemerintah kabupaten yang dicairkan setiap dua bulan.
“Mendapatkan bantuan fasilitasi kabupaten, tiap 2 bulan kita cairkan. Ada juga dari pemerintah untuk guru yang ada sertifikasinya. Tapi kalau sudah ada sertifikat pendidik, nggak bisa pakai dana BOS,” kata Mustadi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·