Peristiwa besar dalam sejarah dunia sering kali bermula dari kejadian yang tidak terduga. Perang Dunia I meletus setelah kematian pewaris takhta Austria-Hungaria, Archduke Franz Ferdinand, yang tewas akibat kesalahan fatal seorang sopir.
Dilansir dari Detikcom, insiden pembunuhan tersebut terjadi setelah kendaraan yang membawa sang pangeran berbelok ke arah yang salah. Hal ini membawa Franz Ferdinand tepat ke hadapan eksekutornya di Sarajevo.
Dikutip dari buku 'The Wrong Turn that Changed History: The Assassination of Archduke Franz Ferdinand' karya Robert Walker, stabilitas kekuasaan di Eropa mulai goyah pada tahun 1914. Franz Ferdinand saat itu menjabat sebagai inspektur jenderal Angkatan Darat Austria-Hongaria.
Situasi politik yang tidak menentu mendorongnya untuk mengawasi latihan militer musim panas di Sarajevo, ibu kota Bosnia. Wilayah ini sebelumnya telah dicaplok oleh monarki ganda Austria-Hongaria dari Kekaisaran Ottoman pada tahun 1908.
Pencaplokan tersebut memicu gejolak karena Bosnia dan Herzegovina ingin melepaskan diri. Austria-Hongaria bermaksud menunjukkan kekuatan militer untuk memperingatkan Serbia agar tidak melakukan agresi lebih lanjut, setelah menerima jaminan dukungan dari Jerman.
Upaya Pembunuhan Pertama yang Gagal
Pada pagi hari tanggal 28 Juni 1914, Franz Ferdinand dan istrinya, Sophie, melakukan perjalanan menggunakan mobil terbuka di jalanan Sarajevo. Kelompok separatis Young Bosnia yang didukung oleh nasionalis Serbia Black Hand telah bersiaga.
Tujuh anggota kelompok tersebut membekali diri dengan bahan peledak, revolver, dan sianida untuk bunuh diri jika tertangkap. Saat iring-iringan melintas di Appel Quay, Nedeljko Čabrinović melemparkan bom ke arah mobil sang pangeran.
Beruntung, sopir berhasil mempercepat laju kendaraan sehingga ledakan tersebut meleset. Meski Franz Ferdinand selamat, ledakan itu melukai beberapa orang, termasuk ajudan Gubernur Bosnia, Jenderal Oskar Potiorek.
Kesalahan Rute yang Mengubah Sejarah
Setelah serangan pertama, rencana perjalanan segera diubah demi alasan keamanan. Iring-iringan kendaraan diputuskan untuk segera keluar kota melalui jalur Appel Quay guna menghindari jalan-jalan sempit di distrik pasar Sarajevo.
Namun, perubahan rencana tersebut tidak disadari oleh para pengemudi mobil. Akibatnya, mobil pertama tetap berbelok menuju rute awal di Jalan Franz Joseph yang seharusnya dihindari.
Kesalahan belok ini membawa kendaraan sang pangeran tepat ke lokasi Gavrilo Princip, anggota kelompok nasionalis Serbia lainnya. Princip melepaskan tembakan yang menembus tubuh Franz Ferdinand dan istrinya hingga keduanya tewas di tempat.
Satu bulan setelah peristiwa tersebut, tepatnya pada 28 Juli 1914, Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia. Deklarasi ini memicu pecahnya Perang Dunia I yang merenggut jutaan nyawa manusia di seluruh dunia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·