Staffinc catat perkembangan kebutuhan tenaga kerja lintas industri

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penyedia solusi ketenagakerjaan Staffinc mencatat perkembangan kebutuhan tenaga kerja lintas industri yang ditandai dengan penguatan kapabilitas di sektor Fast Moving Consumer Good (FMCG) serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kesiapan tenaga kerja.

“Tren ini mencerminkan pergeseran kebutuhan bisnis, di mana tenaga kerja tidak lagi hanya dituntut siap kerja, tetapi juga mampu mendorong kinerja secara langsung,” kata Chief Commercial Officer Staffinc Margana Mohamad dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Fenomena ini, lanjut dia, sejalan dengan laporan Forum Ekonomi Dunia bertajuk “The Future of Jobs Report 2023” yang menunjukkan bahwa sekitar 44 persen keterampilan pekerja perlu diperbaharui dalam beberapa tahun ke depan.

Margana mengatakan, hal ini turut mendorong perusahaan untuk semakin fokus pada tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan mampu berkontribusi langsung terhadap hasil bisnis.

“Kompleksitas operasional yang semakin tinggi, mulai dari distribusi multi-channel hingga tuntutan kecepatan dan konsistensi layanan, juga membuat perusahaan membutuhkan visibilitas yang lebih kuat terhadap performa tenaga kerja di lapangan,” ujar dia.

Baca juga: Staffinc tingkatkan keterampilan kerja sales promotor berdaya saing

Staffinc pun, lanjut Margana, menyiapkan sejumlah fokus strategis untuk 2026, mulai dari penguatan pengukuran kinerja tenaga kerja hingga integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen.

“Banyak perusahaan masih melihat tenaga kerja sebagai kebutuhan operasional. Padahal, di lapangan mereka adalah faktor penentu eksekusi yang berdampak langsung pada hasil bisnis. Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka,” ujar Margana.

Sepanjang periode tersebut, Staffinc juga melihat adanya pergeseran kebutuhan dari klien yang semakin menekankan pada kualitas eksekusi dan kontribusi tenaga kerja terhadap produktivitas.

“Hal ini mendorong pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penempatan, tetapi juga pada bagaimana kinerja tenaga kerja dapat diukur dan dikaitkan langsung dengan efisiensi operasional,” kata Margana.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Staffinc mengembangkan sistem AI Interviewer yaitu teknologi berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses seleksi kandidat.

Pengembangan ini sejalan dengan tren global dalam pemanfaatan AI di fungsi sumber daya manusia.

Di sisi lain, Staffinc juga akan memperkuat kolaborasi dengan mitra industri melalui berbagai program engagement sepanjang 2026, termasuk diskusi terbatas lintas sektor, sesi komunitas, hingga forum kepemimpinan yang membahas tren dan praktik terbaik dalam pengelolaan tenaga kerja.

Baca juga: Staffinc resmi bergabung dengan jaringan Endeavor Indonesia

Baca juga: BUMA Grup perkuat kesiapan tenaga kerja demi penuhi kebutuhan industri

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.