PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menyelesaikan kuliah dengan predikat cumlaude di tengah padatnya aktivitas organisasi bukan hal mustahil.
Hal ini dibuktikan oleh Masrul Maulana Pratama, mahasiswa UIN Palangka Raya yang mampu menyeimbangkan akademik dan berbagai kegiatan secara konsisten.
Mahasiswa Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di UIN Palangka Raya ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cumlaude, di tengah aktivitasnya yang cukup beragam.
Selama kuliah, ia aktif di organisasi, terlibat dalam pembinaan pelajar di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), serta turut membimbing adik tingkat di lingkungan kampus.
Menurut Masrul, kunci utama bukan terletak pada seberapa banyak aktivitas yang dijalani, melainkan pada kemampuan mengelola waktu dan menjaga konsistensi.
Ia menekankan pentingnya menyusun skala prioritas sejak awal, agar setiap kegiatan memiliki porsi yang jelas.
“Kalau semuanya ingin dikerjakan tanpa prioritas, pasti akan kewalahan. Tapi kalau tahu mana yang utama, semuanya bisa tetap berjalan,” ujarnya, Kamis (30/4).

Selain manajemen waktu, ia juga membiasakan diri untuk disiplin terhadap target harian. Mulai dari tugas kuliah, kegiatan organisasi, hingga aktivitas menulis, ia usahakan memiliki jadwal yang terukur agar tidak saling bertabrakan.
Masrul juga menilai bahwa keterlibatan dalam organisasi dan pembinaan justru membantu memperkaya proses belajar.
Pengalaman di lapangan membuatnya lebih mudah memahami konteks dari materi yang dipelajari di kelas.
“Aktivitas di luar kampus itu bukan penghambat, justru jadi pelengkap. Kita jadi tahu bagaimana ilmu itu digunakan,” katanya.
Di sisi lain, ia tetap menjaga komitmen akademik dengan tidak menunda pekerjaan. Ia terbiasa menyelesaikan tugas lebih awal agar tidak menumpuk, terutama ketika jadwal kegiatan di luar kampus sedang padat.
Selain aktif di organisasi dan pembinaan pelajar, Masrul juga konsisten dalam menulis dan mengikuti forum ilmiah.
Baginya, menulis menjadi salah satu cara untuk menjaga kedalaman berpikir sekaligus melatih konsistensi dalam belajar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga niat dalam menjalani setiap aktivitas. Menurutnya, ketika tujuan yang dibangun jelas, rasa lelah akan lebih mudah dikelola.
“Kalau tujuannya hanya selesai, mungkin cepat jenuh. Tapi kalau tujuannya memberi manfaat, biasanya kita lebih tahan menjalani prosesnya,” imbuhnya.
Melalui pengalamannya, Masrul berharap mahasiswa tidak ragu untuk aktif di berbagai bidang selama tetap mampu menjaga keseimbangan.
Ia menilai, pengalaman organisasi, pembinaan, dan menulis justru menjadi nilai tambah yang penting, tidak hanya selama kuliah tetapi juga setelah lulus.(tim)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menyelesaikan kuliah dengan predikat cumlaude di tengah padatnya aktivitas organisasi bukan hal mustahil.
Hal ini dibuktikan oleh Masrul Maulana Pratama, mahasiswa UIN Palangka Raya yang mampu menyeimbangkan akademik dan berbagai kegiatan secara konsisten.
Mahasiswa Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di UIN Palangka Raya ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cumlaude, di tengah aktivitasnya yang cukup beragam.

Selama kuliah, ia aktif di organisasi, terlibat dalam pembinaan pelajar di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), serta turut membimbing adik tingkat di lingkungan kampus.
Menurut Masrul, kunci utama bukan terletak pada seberapa banyak aktivitas yang dijalani, melainkan pada kemampuan mengelola waktu dan menjaga konsistensi.
Ia menekankan pentingnya menyusun skala prioritas sejak awal, agar setiap kegiatan memiliki porsi yang jelas.
“Kalau semuanya ingin dikerjakan tanpa prioritas, pasti akan kewalahan. Tapi kalau tahu mana yang utama, semuanya bisa tetap berjalan,” ujarnya, Kamis (30/4).
Selain manajemen waktu, ia juga membiasakan diri untuk disiplin terhadap target harian. Mulai dari tugas kuliah, kegiatan organisasi, hingga aktivitas menulis, ia usahakan memiliki jadwal yang terukur agar tidak saling bertabrakan.
Masrul juga menilai bahwa keterlibatan dalam organisasi dan pembinaan justru membantu memperkaya proses belajar.
Pengalaman di lapangan membuatnya lebih mudah memahami konteks dari materi yang dipelajari di kelas.
“Aktivitas di luar kampus itu bukan penghambat, justru jadi pelengkap. Kita jadi tahu bagaimana ilmu itu digunakan,” katanya.
Di sisi lain, ia tetap menjaga komitmen akademik dengan tidak menunda pekerjaan. Ia terbiasa menyelesaikan tugas lebih awal agar tidak menumpuk, terutama ketika jadwal kegiatan di luar kampus sedang padat.
Selain aktif di organisasi dan pembinaan pelajar, Masrul juga konsisten dalam menulis dan mengikuti forum ilmiah.
Baginya, menulis menjadi salah satu cara untuk menjaga kedalaman berpikir sekaligus melatih konsistensi dalam belajar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga niat dalam menjalani setiap aktivitas. Menurutnya, ketika tujuan yang dibangun jelas, rasa lelah akan lebih mudah dikelola.
“Kalau tujuannya hanya selesai, mungkin cepat jenuh. Tapi kalau tujuannya memberi manfaat, biasanya kita lebih tahan menjalani prosesnya,” imbuhnya.
Melalui pengalamannya, Masrul berharap mahasiswa tidak ragu untuk aktif di berbagai bidang selama tetap mampu menjaga keseimbangan.
Ia menilai, pengalaman organisasi, pembinaan, dan menulis justru menjadi nilai tambah yang penting, tidak hanya selama kuliah tetapi juga setelah lulus.(tim)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·