Streamer 'Looksmaxxer' Clavicular Pingsan Saat Siaran Langsung Akibat Tercekik

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Seorang streamer bernama Braden Peters, yang populer dengan julukan 'Looksmaxxer' Clavicular, kehilangan kesadaran saat siaran langsung setelah dicekik oleh seorang individu yang diidentifikasi sebagai temannya. Insiden tersebut, yang terjadi pada Kamis malam sebagai bagian dari siaran langsung 30 hari tanpa henti Clavicular, dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial pada 3 April 2026, memicu kekhawatiran dan perdebatan di kalangan warganet, seperti dilansir oleh Newsweek dan Poprant.

Rekaman video yang beredar luas di X (sebelumnya Twitter) menunjukkan Peters yang berusia 20 tahun duduk di lantai, sementara individu lain berada di belakangnya di sofa, melingkarkan lengan di lehernya dan mencekiknya. Suara dari luar kamera terdengar mengatakan, "dia pingsan, dia pingsan," saat Peters terlihat tak sadarkan diri. Individu yang mencekiknya kemudian membalikkan tubuh Peters ke lantai, yang kemudian mulai gemetar dan mengalami kejang hipoksia singkat.

Tak lama setelah itu, Peters sadar kembali, tersenyum, dan duduk. Sebuah suara memperingatkan dari luar kamera, "Jangan pernah lakukan itu lagi." Namun, Peters sendiri tampak tidak menyesal, bahkan mengatakan, "itu keren, bro," dan mengklaim sempat mengalami mimpi aneh saat tidak sadarkan diri, tanpa menyadari bahwa ia baru saja mengalami kejang.

Menurut laporan dari TMZ, insiden mengerikan ini terjadi di sebuah kelab malam di Miami dan melibatkan sesama tokoh media sosial, Andrew Morales, yang dikenal sebagai "The Cuban Tarzan." Morales menempatkan Peters dalam teknik cekikan rear naked choke (cekikan darah) sebagai bagian dari aksi untuk konten. Tindakan ini memutus aliran darah ke otak Peters, menyebabkan ia pingsan dan mengalami kejang. Teman-teman yang ada di lokasi dengan cepat menolong dan Peters pun pulih tanpa masalah serius.

Pihak yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa aksi ini bukanlah bagian dari rencana produksi, melainkan sebuah "lelucon impulsif yang salah." Hingga saat pelaporan, belum jelas apakah Peters dirawat di rumah sakit setelah kejadian tersebut, namun dipastikan ia dalam kondisi baik. Detail pasti mengenai lokasi insiden dan alasan Peters bersedia dicekik belum sepenuhnya terungkap.

Latar Belakang dan Kontroversi 'Looksmaxxing'

Braden Peters, atau Clavicular, dikenal sebagai sosok terkemuka dalam komunitas 'looksmaxxing' daring. 'Looksmaxxing' adalah upaya sengaja untuk meningkatkan penampilan fisik semaksimal mungkin dengan tujuan meningkatkan kesuksesan sosial atau romantis. Praktik ini bisa melibatkan rutinitas perawatan diri konvensional, olahraga, hingga intervensi ekstrem seperti operasi plastik, ortodontik, atau transplantasi rambut. Istilah ini sering digunakan di platform seperti Reddit dan 4chan.

Konsep ini memiliki kaitan dengan budaya incel dan manosphere, yang dikenal karena perpetuasi ide-ide misoginis intens. Baik 'looksmaxxing' maupun manosphere secara lebih luas telah mendapatkan perhatian lebih besar dalam beberapa minggu terakhir, menyusul rilis dokumenter Louis Theroux, "Inside the Manosphere." Konten Clavicular telah menarik banyak penonton, dengan pendukung berpendapat bahwa itu mendorong perbaikan diri, sementara kritikus memperingatkan bahwa itu mempromosikan standar tidak realistis dan perilaku berisiko.

Kontroversi Sebelumnya dan Kekhawatiran Publik

Video viral terbaru ini menambah daftar kontroversi yang melingkupi Peters. Sebelumnya, ia ditangkap di Florida atas surat perintah untuk tuduhan pelanggaran ringan berupa penyerangan. Penangkapan itu menyusul investigasi oleh pejabat margasatwa Florida terkait video viral lain yang melibatkan Peters, yang menunjukkan tembakan diarahkan pada seekor aligator saat siaran langsung. Kedua insiden ini dinyatakan tidak saling terkait.

Insiden cekikan ini memicu kekhawatiran besar secara daring. Asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen, dapat sangat berbahaya. Menurut Cleveland Clinic, hampir 19.000 orang di Amerika Serikat meninggal akibat asfiksia pada tahun 2019. Bahaya asfiksia meliputi kehilangan kesadaran, kerusakan otak parah, henti jantung, dan kematian. Cleveland Clinic menyarankan untuk tetap tenang jika seseorang menunjukkan tanda-tanda asfiksia, mencari tanda-tanda kesulitan bernapas, dan segera menghubungi layanan darurat.