Suhu udara di Kota Mekah, Arab Saudi, diprediksi menyentuh angka 43 derajat Celcius pada Minggu, 3 Mei 2026, dengan tingkat kelembaban rata-rata hanya 17 persen. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan rekomendasi khusus guna melindungi jemaah haji Indonesia dari risiko sengatan panas ekstrem.
Data prakiraan cuaca tersebut bersumber dari Early Warning System (EWS) milik Tim Sanitasi dan Food Security Daker Mekkah Tahun 2026 yang merujuk pada Accuweather sebagaimana dilansir dari Cahaya. Kecepatan angin di kota suci tersebut diperkirakan bergerak rata-rata 10 kilometer per jam di tengah cuaca terik.
Jemaah haji diinstruksikan untuk mengonsumsi air putih minimal 200 ml setiap jam yang dapat dicampur dengan cairan oralit atau air zamzam. Langkah pencegahan ini ditekankan bagi seluruh jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan pemilik komorbid yang disarankan untuk melaksanakan ibadah salat di penginapan demi menghindari paparan langsung.
Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sandal, masker, payung, dan tabir surya setiap dua jam sekali menjadi kewajiban. Kelengkapan lain seperti kacamata hitam dan topi lebar juga dianjurkan, namun jemaah laki-laki dilarang memakai topi saat dalam keadaan berihram.
Gejala sengatan panas atau heatstroke meliputi kepala pusing berdenyut, jantung berdebar cepat, kulit panas yang mengering, mual, hingga kram otot secara tiba-tiba. Dokter Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, mengingatkan agar jemaah tidak meremehkan kondisi lingkungan yang sangat panas.
"Kondisi panas di Arab Saudi jangan dianggap sepele, jika tidak waspada sejak awal tubuh bisa mengelami heatstroke atau sengatan panas," kata Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, Dokter Sektor 1 Daker Bandara.
Tindakan medis sederhana dapat dilakukan secara mandiri dengan membasahi masker secara berkala. Selain itu, menyemprotkan air ke area wajah dinilai efektif untuk membantu menstabilkan suhu udara yang dihirup oleh jemaah.
"Jika terasa kering, semprotkan air ke wajah, ini membantu mendinginkan udara yang kita hirup masuk ke paru-paru," kata Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, Dokter Sektor 1 Daker Bandara.
Pihak medis juga menekankan pentingnya menjaga kadar garam dalam tubuh yang hilang melalui proses penguapan akibat suhu tinggi. Jemaah dilarang melepas alas kaki saat berjalan di area terbuka untuk menghindari luka bakar pada telapak kaki.
"Campurkan oralit ke dalam botol minum untuk mengganti garam tubuh yang hilang melalui penguapan," kata Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, Dokter Sektor 1 Daker Bandara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·