Kemarahan mendalam melanda sekitar 40 ribu pendukung Juventus di Allianz Stadium setelah tim kesayangan mereka menelan kekalahan kandang dari Fiorentina pada Minggu, 17 Mei 2026.
Hasil buruk tersebut memicu aksi protes keras dari para suporter di Curva Sud yang kecewa melihat posisi klub merosot tajam dari peringkat ketiga menjadi urutan keenam klasemen sementara Serie A.
Suasana luar biasa sunyi sempat terjadi di sepuluh menit terakhir pertandingan sebelum akhirnya sorakan kekecewaan menggema, bahkan menyasar pemain muda seperti Kenan Yildiz saat meninggalkan lapangan pertandingan.
Kekecewaan publik Turin kian mendalam mengingat Fiorentina datang sebagai tim yang sebenarnya sudah aman dari jerat degradasi serta tidak memiliki kepentingan mendesak dalam posisi klasemen domestik.
Kekalahan ini menambah panjang tren negatif skuad asuhan Luciano Spalletti yang sebelumnya juga gagal mempertahankan keperkasaan Allianz Stadium saat menjamu Sassuolo dan Hellas Verona.
Kondisi stadion yang dahulu dikenal sebagai benteng kokoh pada era kejayaan scudetto kini dinilai menjadi salah satu faktor melemahnya proyek olahraga yang sedang dibangun oleh kubu Bianconeri.
Kekhawatiran para pendukung sejatinya sudah tampak sejak awal laga karena pendekatan permainan tim yang dinilai terlalu lembut tanpa memperlihatkan tanda-tanda kebanggaan yang kuat.
Meski Juventus memiliki sejumlah peluang melalui pergerakan Dusan Vlahovic dan Francisco Conceicao, armada Spalletti dianggap tidak pernah menunjukkan ketegasan mutlak untuk membalikkan keadaan di lapangan.
Ketegangan di tribun penonton semakin memuncak pada awal babak kedua ketika pengumuman pergantian Teun Koopmeiners dengan Jeremie Boga disambut oleh siulan bernada cemoohan dari para suporter.
Antusiasme pendukung sempat bangkit lewat serangan balik Boga serta gol dari Weston McKennie dan Vlahovic, tetapi kegembiraan itu seketika sirna setelah gol-gol tersebut dianulir oleh wasit.
Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa situasi stadion menjadi sangat dingin setelah gol kedua dari Fiorentina tercipta, yang memicu sebagian penonton meninggalkan area tribun sebelum peluit panjang berbunyi.
Aksi protes tidak hanya terbatas di Curva Sud, karena sejumlah suporter dari sektor tribun lain yang bertahan hingga laga usai juga memilih bergabung mengecam performa buruk tim Juventus.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·