Suporter Salford City Hidupkan Tradisi Kostum Unik Jelang Final Play&off

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ribuan pendukung Salford City melakukan perjalanan ke ibu kota London untuk mendukung tim kesayangan mereka dalam laga final play-off League Two melawan Notts County di Stadion Wembley pada Senin, 25 Mei 2026.

Perjalanan massal ini menjadi momen bersejarah karena klub berambisi menembus kasta ketiga sepak bola Inggris untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Para suporter fanatik yang dikenal eksentrik ini menghidupkan kembali tradisi lama dengan mengenakan berbagai kostum unik dan menarik, mulai dari sayuran hingga karakter fiksi.

Meskipun pada akhir musim reguler lalu mereka sempat mengalami kegagalan menyakitkan setelah bermain imbang 0-0 melawan Crawley Town, semangat para pendukung tidak surut untuk memadati Wembley.

Tradisi mengenakan kostum jenaka ini telah mengakar kuat di kalangan pendukung klub sejak mereka masih berkompetisi di kasta non-liga.

Toni Thomson, salah satu suporter setia yang juga menjadi sukarelawan koordinator perjalanan, menjelaskan motivasi di balik antusiasme besar para pendukung tersebut.

"Passion," ujar Toni Thomson, suporter Salford City.

Menurut Toni, atmosfer kekeluargaan yang sangat erat menjadi alasan utama mengapa perjalanan tandang selalu terasa spesial bagi seluruh generasi pendukung.

"There’s a real family feel to following Salford on days like these. There’s a good mix of ages, young and old, on the away trips, and everyone looks after each other," kata Toni Thomson.

Toni juga mengakui bahwa mengorganisasi perjalanan ratusan orang dengan berbagai nama dan kelompok bukanlah perkara yang mudah.

"It can be a bit chaotic organising travel, trying to book friends together under different names can be a bit of an admin nightmare, but it makes for a good day. It’s all worth it in the end if you get a last-minute winner," tutur Toni Thomson.

Suporter lain bernama Angela menambahkan bahwa kebiasaan berdandan dengan kostum buah-buahan, hewan, hingga tokoh film sudah menjadi ciri khas pada laga tandang terakhir setiap musim.

"It’s special," ucap Angela, suporter Salford City.

Ia menegaskan bahwa keceriaan dari tradisi ini memberikan warna tersendiri di tengah ketegangan pertandingan krusial.

"It’s incredibly fun, especially on a day like this," tambah Angela.

Pada musim 2024/2025, Salford City sebenarnya mencatatkan rata-rata jumlah pendukung tandang yang cukup rendah, yaitu hanya 242 orang per pertandingan.

Namun, manajer Karl Robinson menilai jumlah tersebut terus merangkak naik seiring keberhasilan klub menarik generasi baru pencinta sepak bola di kota tersebut.

Toni sempat berseloroh mengenai skenario terburuk yang sempat mereka takuti saat laga penentu melawan Crawley Town sebelumnya.

"The worst possible outcome would be Cambridge dropping points and us not winning," seloroh Toni Thomson.

Kekhawatiran itu sempat menjadi kenyataan akibat kepemimpinan wasit yang kontroversial dan ketangguhan kiper lawan, Jacob Chapman.

Kendati demikian, kebersamaan di antara para pendukung tetap terjaga erat, seperti yang dirasakan oleh Lee Smith yang telah menjadi suporter selama sepuluh tahun.

"We stand in the same place every week and these guys, you sort of stood there and you start chatting over time," kata Lee Smith, suporter Salford City.