Pada suatu hari, surat yang dikirimkan oleh Nabi Muhammad kepada Raja Persia, Kisra, berakhir tragis dengan perobekan. Peristiwa ini, yang terjadi di masa penyebaran Islam, tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga memberikan gambaran mengenai dampak kesombongan. Dilansir dari Cahaya, respon Kisra mengawali keruntuhan kekaisarannya pada 2026.
Setelah Perjanjian Hudaibiyah, Nabi Muhammad mulai menyebarkan dakwah ke luar Jazirah Arab, termasuk mengirim surat kepada penguasa besar dunia. Utusan Nabi, Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi, membawa surat kepada Kisra, yang saat itu memimpin Kekaisaran Persia. Namun, Kisra bereaksi dengan murka.
Menurut catatan sejarah, Kisra tersinggung karena nama Nabi Muhammad disebut lebih dulu dalam surat tersebut. Ia merobek surat itu karena merasa hal ini merendahkan statusnya. Tindakan ini mencerminkan kesombongan kekuasaan yang menolak kebenaran.
Isi surat tersebut, yang tetap tercatat dalam berbagai sumber, berisi ajakan kepada Kisra untuk memeluk Islam. Surat itu juga memberikan peringatan mengenai konsekuensi penolakan. Nabi Muhammad kemudian berdoa agar kerajaan Persia hancur.
Doa tersebut menjadi kenyataan. Kisra dibunuh oleh putranya sendiri, Syirawaih, menandai awal keruntuhan Persia. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kekuasaan yang dibangun di atas kesombongan tidak akan bertahan lama.
Menariknya, gubernur Persia di Yaman, Badzan, akhirnya memeluk Islam setelah menyaksikan kebenaran nubuat Nabi Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa pesan kebenaran dapat diterima bahkan oleh mereka yang awalnya menolak.
Kisah ini memberikan pelajaran tentang cara dakwah Islam yang damai dan hikmah. Selain itu, mengungkap bahaya kesombongan sebagai penghalang penerimaan kebenaran. Kekuasaan dunia, jika tidak disertai kerendahan hati dan keimanan, tidak menjamin keselamatan.
Lebih dari itu, kisah itu menjadi pengingat bahwa kebenaran tetap bertahan, meski kekuasaan dapat hilang. Surat yang dirobek itu mungkin hilang secara fisik, tetapi pesannya tetap hidup.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·