Survei LSI: 69,8 Persen Responden Puas Jalannya Demokrasi Indonesia

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Minggu (12/4/2026) memaparkan hasil survei terbarunya yang menunjukkan mayoritas responden, yakni 69,8 persen, menyatakan kepuasan terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Survei ini digelar dari 4 hingga 12 Maret 2026, dan hasilnya dipresentasikan di Cikini, Jakarta Pusat.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan demokrasi menjadi salah satu komponen utama dalam survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”. Hasil ini memberikan gambaran persepsi publik terhadap implementasi nilai-nilai demokrasi di Tanah Air.

Dalam survei tersebut, responden diminta mengekspresikan tingkat kepuasan mereka terhadap jalannya demokrasi di Indonesia. Opsi yang tersedia meliputi sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali.

Secara rinci, sebanyak 9,5 persen responden menyatakan sangat puas, sementara 60,3 persen lainnya merasa cukup puas. Kombinasi kedua kategori ini menghasilkan angka 69,8 persen yang menyatakan kepuasan terhadap demokrasi, seperti dikutip dari paparan LSI.

Di sisi lain, terdapat 25,2 persen responden yang menyatakan kurang puas, dan 2,2 persen lainnya mengungkapkan ketidakpuasan sama sekali. Sementara itu, 2,8 persen responden memilih untuk tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Pertanyaan lain yang diajukan dalam survei adalah mengenai seberapa demokratis negara Indonesia saat ini. Hasilnya, 12,3 persen responden menilai Indonesia sangat demokratis, dan 61,6 persen menganggap cukup demokratis.

Apabila digabungkan, total 73,9 persen responden menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis. Angka ini mencerminkan pandangan positif sebagian besar masyarakat terhadap sistem politik yang berjalan.

Namun, masih ada 20,1 persen responden yang menganggap Indonesia kurang demokratis, dan 2,4 persen bahkan menilai negara ini tidak demokratis sama sekali. Sekitar 3,5 persen responden tidak memberikan pendapat atau tidak tahu.

Aspek kebebasan juga menjadi sorotan dalam survei LSI. Mengenai kebebasan mengkritik pemerintah, 11 persen responden merasa sangat puas, dan 57 persen cukup puas. Sementara itu, 24 persen kurang puas, dan 4 persen tidak puas sama sekali, dengan 4 persen lainnya tidak menjawab.

Tingkat kepuasan yang tinggi terlihat pada kebebasan menjalankan agama, mencapai 92 persen. Rinciannya adalah 33 persen sangat puas dan 59 persen cukup puas. Ini menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap perlindungan hak beragama.

Kebebasan berkumpul atau berserikat juga mendapatkan kepuasan tinggi, mencapai 83 persen, dengan 14 persen sangat puas dan 69 persen cukup puas. Sementara itu, kepuasan terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan pers serta media sosial masing-masing berada di angka 75 persen.

Adapun kepuasan terhadap jaminan perlindungan hukum dan perlakuan setara di depan hukum mencapai 70 persen. Angka-angka ini memberikan gambaran komprehensif mengenai persepsi publik terhadap berbagai pilar demokrasi.

Survei ini melibatkan 2.020 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Responden adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Metodologi survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Proses wawancara dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara terlatih, dengan pengawasan acak terhadap 20 persen sampel untuk menjaga kualitas data.