Syngenta Indonesia perkuat Karawang sebagai lumbung padi nasional

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - PT Syngenta Indonesia berkomitmen memperkuat Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk menjaga produktivitas padi salah satu wilayah lumbung padi nasional tersebut dengan inovasi perlindungan tanaman.

Menurut Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto, Karawang merupakan simbol ketahanan pangan nasional, oleh karena itu perusahaan melakukan mengenalkan inovasi Miravis Duo, fungisida untuk budidaya padi guna mendukung petani menjaga produktivitas sekaligus kualitas panen di tengah tantangan iklim dan alih fungsi lahan.

"Kami berkomitmen menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata petani di lapangan dalam meningkatkan hasil panen, mempercepat adopsi teknologi, dan memperkuat kolaborasi demi pertanian yang berkelanjutan,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan produk fungisida inovatif berbasis teknologi Adepidyn untuk padi yang diluncurkan di Learning Development Center (LDC) di Karawang sebagai solusi perlindungan tanaman yang lebih efektif, sekaligus memperkuat peran kabupaten tersebut sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.

Karawang, tambahnya, dikenal sebagai lumbung padi nasional, dengan produksi mencapai 1,194,711 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025, menjadikannya produsen terbesar kedua di Jawa Barat setelah Indramayu.

Baca juga: Syngenta Indonesia luncurkan inovasi fungisida untuk budidaya padi

Baca juga: Bupati Indramayu lepas ular hingga burung hantu atasi hama tikus

Meski produktivitas rata-rata berada di kisaran 5,9 – 6 ton per ha, lanjut dia namun beberapa kecamatan dengan sistem irigasi teknis dan varietas unggul mampu mencapai hasil optimal hingga 7–8 ton per ha.

"Namun, keberlanjutan produksi padi di Karawang terus menghadapi tantangan serius, mulai dari alih fungsi lahan, iklim ekstrem yang sulit diprediksi, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT)," katanya.

Eryanto menyatakan peluncuran inovasi fungisida untuk padi di Karawang menjadi langkah strategis guna menjawab tantangan tersebut, karena produk ini memberikan perlindungan konsisten hingga 14 hari setelah aplikasi bahkan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu terhadap penyakit padi.

Penggunaan fungisida itu juga menghasilkan gabah sehat berkilau, serta menjaga daun bendera lebih hijau dan bersih yang akhirnya meningkatkan produktivitas tanaman dan produksi padi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang Rohman menyatakan peluncuran inovasi perlindungan tanaman tersebut, sejalan dengan upaya pemerintah menjaga sawah, mendukung petani, dan masa depan pangan bangsa.

Menurut dia sebagai lumbung padi nomor dua di Jawa Barat, Kabupaten Karawang memiliki kurang lebih 99 ribu hektare lahan, dengan 86 ribu hektare di antaranya masuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Baca juga: Petani diminta waspadai munculnya hama pada musim hujan

Baca juga: Peneliti: Biofungisida Lebih Aman Basmi Hama Dibanding Fungisida

Baca juga: Nematoda musuh tersembunyi swasembada pangan

Pewarta: Subagyo
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.