Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan 88 lainnya luka-luka menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) pukul 20.55 WIB. Lokomotif kereta jarak jauh tersebut menghantam bagian belakang rangkaian KRL yang sedang berhenti.
Data terbaru mengenai jumlah korban dalam musibah ini dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) berdasarkan kondisi di lapangan hingga Selasa siang. Sebagaimana dilansir dari Money, mayoritas korban merupakan penumpang pada gerbong belakang yang mengalami kerusakan paling parah.
“Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Pihak maskapai kereta api negara telah melakukan evakuasi seluruh jenazah ke rumah sakit milik kepolisian guna keperluan identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, puluhan korban selamat yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
“Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit,” ujar Anne.
Pihak manajemen memastikan akan terus memperbarui informasi mengenai situasi terkini serta penanganan para penumpang yang terdampak. Fokus utama saat ini mencakup penanganan medis, pemberian informasi kepada keluarga, hingga pemenuhan hak-hak konsumen.
“Di tengah kondisi yang tidak mudah, kami berupaya memastikan setiap korban tertangani dengan baik, keluarga tetap mendapatkan informasi yang jelas, dan pelanggan memperoleh haknya melalui proses pengembalian tiket secara penuh,” lanjut Anne.
Fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan penanganan korban di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, dan RS Bakti Kartini. Selain itu, korban juga dirawat di RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Peristiwa tragis ini bermula ketika rangkaian KRL Commuter Line terpaksa berhenti akibat adanya gangguan di jalur rel, yaitu kecelakaan taksi di perlintasan sebidang Bulak Kapal. Saat KRL dalam posisi tertahan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang dan menabrak rangkaian tersebut.
Benturan keras tersebut menyebabkan gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang ringsek. Kondisi material gerbong yang hancur dilaporkan menjadi kendala utama bagi tim penyelamat dalam melakukan proses evakuasi penumpang yang terjepit di dalam rangkaian kereta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·