Tak Banyak yang Tahu, Ini Sejarah Unik di Balik Garpu hingga Kantong Teh

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Tak banyak yang tahu bahwa setiap peralatan makan hingga kantong teh menyimpan sejarah menarik di baliknya. Seperti penemuan benda-benda ini!

Garpu, sendok, kantong teh, hingga kotak bekal merupakan benda yang hampir setiap hari digunakan saat makan dan minum.

Namun, di balik fungsinya yang kini terasa biasa, masing-masing ternyata memiliki sejarah panjang dan kisah unik yang jarang diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada alat makan yang sempat dianggap simbol kemewahan berlebihan, kantong teh yang tercipta karena kesalahpahaman pelanggan, hingga kartu kredit yang lahir akibat seseorang lupa membawa dompet saat makan di restoran.

Dilansir dari QZ (29/05/2026), berikut kisah menarik di balik lima benda yang berkaitan erat dengan makanan.

1. Garpu Sempat Dianggap Simbol Kemewahan Berlebihan

Woman Eating Meat. Closeup of Healthy Hungry Girl With Beautiful Face, Red Lips Eats Delicious Grilled Meat. Female Mouth Biting Piece Of Tasty Beef Steak On Fork. Nutrition Concept. High ResolutionGarpu. Foto: iStock

Kini garpu menjadi alat makan yang hampir selalu ada di meja makan. Namun, perjalanan garpu hingga diterima masyarakat ternyata tidak mudah.

Meski sudah digunakan oleh bangsa Yunani, Romawi, dan Bizantium kuno, fungsinya saat itu lebih banyak untuk menyajikan makanan. Garpu makan pribadi baru dikenal kembali di Eropa Barat pada abad ke-11 ketika Putri Bizantium Theodora Doukaina membawanya ke Venesia sebagai bagian dari mas kawin.

Kehadiran garpu awalnya justru menuai kritik dari kalangan gereja yang menganggap manusia sudah diberi jari untuk makan. Selama berabad-abad, garpu bahkan identik dengan kemewahan dan gaya hidup berlebihan sebelum akhirnya diterima luas di Eropa dan Amerika pada abad ke-18 hingga ke-19.

2. Sendok Digunakan Manusia Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sendok tehSendok Foto: Getty Images/Jamie Carroll


Di antara berbagai alat makan, sendok menjadi salah satu yang paling tua usianya. Jauh sebelum ada garpu dan pisau makan modern, manusia menggunakan cangkang kerang, tulang berongga, hingga potongan kayu untuk menyendok makanan dan minuman.

Bukti penggunaan sendok ditemukan pada peninggalan Mesir Kuno sebelum tahun 1000 SM. Saat itu sendok dibuat dari kayu, batu api, gading, hingga batu tulis. Pada Abad Pertengahan di Eropa, banyak orang membuat sendok sendiri dari kayu atau tanduk hewan.

Kepemilikan sendok perak menjadi simbol kekayaan, yang kemudian melahirkan ungkapan "lahir dengan sendok perak". Menariknya, bentuk dasar sendok hampir tidak berubah selama sekitar 5.000 tahun.

3. Kantong Teh Tercipta Karena Kesalahpahaman Pelanggan

Tea bag in a hot tea cup on a tableTea bag in a hot tea cup on a table Foto: iStock

Kantong teh atau tea bag yang praktis ternyata lahir dari sebuah kesalahan. Pada 1908, pedagang teh asal New York bernama Thomas Sullivan mengirim sampel teh menggunakan kantong sutra kecil untuk menghemat biaya pengemasan.

Namun, para pelanggan justru langsung mencelupkan kantong tersebut ke air panas tanpa mengeluarkan daun tehnya terlebih dahulu. Mereka menyukai cara tersebut karena lebih praktis. Ketika Sullivan kembali mengirim sampel dalam wadah lain, pelanggan malah mengeluh.

Melihat respons tersebut, ia mulai memproduksi kantong teh khusus untuk diseduh. Inovasi ini berkembang dari kantong sutra menjadi kertas filter modern. Kini sebagian besar konsumsi teh di dunia dilakukan menggunakan kantong teh karena dianggap lebih praktis.

4. Kartu Kredit Berawal dari Kesalahan saat Makan Malam

PILE OF CREDIT CARDSPILE OF CREDIT CARDS Foto: Getty Images/Peter Dazeley

Kemudahan membayar makanan menggunakan kartu kredit ternyata berawal dari kejadian memalukan. Pada 1949, pebisnis asal New York bernama Frank McNamara mengajak klien makan malam di restoran Major's Cabin Grill.

Saat hendak membayar tagihan, ia baru menyadari dompetnya tertinggal di rumah. Situasi tersebut membuat istrinya harus datang membawa uang tunai. Dari pengalaman itu, McNamara mendapat ide membuat kartu yang bisa digunakan untuk membayar di berbagai restoran.

Bersama rekannya, ia meluncurkan kartu Diners Club pada 1950. Awalnya kartu tersebut diterima di 27 restoran di New York. Konsep ini kemudian berkembang menjadi sistem kartu kredit modern yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia.

5. Kotak Bekal Berawal dari Wadah Bekas Para Pekerja

Ilustrasi kotak bekalIlustrasi kotak bekal Foto: Getty Images/lithiumcloud

Sebelum menjadi perlengkapan makan yang populer, kotak bekal memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan dunia kerja. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para pekerja di Amerika membawa makan siang menggunakan kaleng tembakau, ember logam, atau wadah apa pun yang tersedia.

Kotak bekal khusus anak sekolah mulai muncul pada 1920-an dengan desain sederhana. Popularitasnya melonjak pada 1950 ketika Aladdin Industries merilis kotak bekal bergambar karakter koboi Hopalong Cassidy.

Produk tersebut terjual sekitar 600 ribu unit hanya dalam satu tahun. Seiring waktu, bahan logam digantikan vinil dan plastik yang lebih ringan. Hingga kini, kotak bekal tetap menjadi bagian dari budaya makan siang masyarakat modern.

(sob/adr)