Liputan6.com, Jakarta - Menjalankan bisnis jasa selama lebih dari satu dekade bukanlah perkara mudah. Hal ini dirasakan betul oleh Puti Reno Intan, atau yang akrab disapa Reno. Wanita berusia 42 tahun asal Matua, Sumatera Barat ini, telah 11 tahun mengelola Barbershop Manhattan yakni sebuah usaha pangkas rambut yang kini juga merangkap sebagai pusat layanan perbankan bagi masyarakat sekitar.
Berdiri sejak tahun 2015, Barbershop Manhattan atau Barber Shop Sehat Manhattan ini awalnya merupakan usaha milik sang adik. Namun, karena profesi adiknya sebagai pengajar, Reno akhirnya turun tangan penuh untuk mengelola bisnis tersebut.
"Ini sebenarnya punya adikku. Dia bagi hasil dengan karyawan, tapi karena dia sibuk mengajar, jadi aku yang memegang kendali," ujar Reno saat berbincang hangat dengan Liputan6.com pada Jumat (8/5) lalu di Barbershop Manhattan.
Meskipun saat ini hanya dibantu oleh satu orang karyawan, Barbershop yang berada di Jl. Selokan Mataram, Dabag, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki dedikasi tinggi terhadap pelanggan. Jam operasional resminya adalah pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Namun, jam tersebut sering kali bertambah fleksibel sesuai permintaan pelanggan.
Reno menceritakan bahwa karyawannya sering menerima panggilan untuk memotong rambut di luar gerai, seperti di pondok pesantren dan lainnya.
"Sebenarnya ini buka tuh harusnya dari jam 10 sampai jam 10 malam. Cuma karena kita sering panggilan kadang ke Pondok Pesantren dipanggil gitu, ini bisa buka sampai jam 12 malam. Jadi karyawanku pulang nanti sekitar mungkin jam habis isya gitu ya, dia lanjut potong disini. Gitu lah kira-kira," tambahnya.
Jadi Solusi Perbankan Melalui Agen BRILink
Selain jasa pangkas rambut, Barbershop Manhattan kini dikenal luas sebagai Agen BRILink. Keputusan Reno menjadi mitra BRI ini ternyata menjadi jawaban bagi kebutuhan warga sekitar, terutama para ibu rumah tangga dan mahasiswa.
Awalnya, Reno mengincar pasar mahasiswa. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa para ibu rumah tangga adalah nasabah yang paling sering memanfaatkan jasanya. Penyebab utamanya adalah lokasi mesin ATM yang cukup jauh dari permukiman warga.
"Untungnya di sini ATM jauh. Jadi ibu-ibu yang malas ke ATM larinya ke sini. Ternyata transaksinya besar-besar, mulai dari Rp10 juta, Rp20 juta bahkan yang paling besar pernah sampai Rp90 juta dalam sekali transaksi. Walaupun tidak selalu ramai setiap saat, tapi nominal transaksinya besar-besar sekali," ungkap Reno.
Sebagai konsekuensi dari tingginya nominal setoran warga, Reno pun harus memastikan ketersediaan dana segar (standby balance) di rekeningnya setiap saat.
"Di sini aku harus punya modal, setidaknya di rekeningku ada sekitar Rp50 juta. Kalau misalnya ada transaksi Rp20 juta dan aku tidak ada uang, masa harus aku lepas peluangnya? Makanya aku harus punya pegangan minimal Rp50 juta khusus untuk di sini. Karena ya itu tadi, ATM jauh dan transaksi warga besar-besar," jelasnya.
Perputaran Modal Berkat Dukungan KUR BRI
Keputusan Reno untuk bergabung menjadi Agen BRILink bermula dari pertemuan yang tak disengaja. Ia menyebutnya sebagai sebuah "jodoh". Semuanya berawal dari kunjungan santai petugas BRI ke tempat usahanya untuk sekadar berbincang.
Pada awalnya, Reno sangat anti dengan ide berutang dan sama sekali tidak terpikirkan untuk meminjam modal. Namun, untuk mengakomodasi transaksi jumbo harian, ia menyadari perlunya likuiditas yang memadai. Layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI pun menjadi solusi yang paling masuk akal.
"Jodohnya aja sih jodohnya aja karena gatau awalnya itu tuh Orang BRI itu cuma datang aja ke tempat ku ngobrol-ngobrol kayak gitu loh. Sebenarnya awalnya ditawari pinjam KUR saja, tapi aku tidak mau karena tidak ada pikiran untuk berutang. Tapi sekarang, sekarang kalo ga dibantu KUR ya ga bisa KUR itu membantu banget sih untuk sekarang ya untuk modal BRI Link pun aku pake KUR jadinya. Tapi aku ambil KUR yang per tahun. Jadi setahun aku puter-puter, nanti duitnya aku balikin, aku ambil lagi gitu," paparnya.
Kekuatan Brand BRI dan Kepuasan Kemitraan
Lebih lanjut, Reno menuturkan bahwa nama besar BRI sangat membantunya dalam menjalankan usaha ini. Branding BRILink yang sudah sangat mengakar di berbagai pelosok nusantara, mulai dari Sumatera hingga daerah-daerah di Yogyakarta, membuatnya tak perlu bersusah payah melakukan promosi.
"BRILink itu kan sudah terkenal, coba saja lihat di Sumatera. Di sini pun yang tahu BRILink pasti orang-orang dari daerah seperti Gunung Kidul atau yang sedang berkunjung dari Kulon Progo. Jadi aku tidak perlu promosi yang berlebihan, karena pakai nama BRI saja orang sudah familiar dan tahu BRILink itu untuk tarik atau setor tunai," ucapnya.
Selama menjalin kemitraan dengan BRI, Reno mengaku sangat puas. Ia tidak memungkiri adanya kendala-kendala kecil dalam operasional, namun hal tersebut masih dalam batas wajar dan bisa diatasi dengan mudah.
"Kerja sama dengan BRI bisa dibilang lumayan puas. Untuk kendala-kendala tidak masalah, tidak terlalu berat. Semuanya baik-baik saja, belum ada kendala yang sampai membuatku ingin berhenti menjadi Agen BRILink," tutup Reno dengan senyum optimis.
Seputar BRILink
Guna mewujudkan pemerataan akses perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI konsisten memperkuat jaringan Agen BRILink di seluruh pelosok negeri. Keberadaan para mitra ini menjadi jembatan krusial dalam mendekatkan layanan finansial ke tengah aktivitas harian masyarakat. Dilansir dari website resmi BRI, trcatat lebih dari 1,18 juta Agen BRILink telah beroperasi di 66.450 desa hingga akhir Maret 2026.
Dengan jangkauan menembus 80 persen wilayah perdesaan, BRI membuktikan dedikasinya dalam menciptakan inklusi keuangan yang nyata hingga ke level akar rumput. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRILink Agen menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.
“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut kontribusi BRILink Agen terhadap penghimpunan dana murah juga terus menguat, dengan saldo CASA rata-rata harian yang dihimpun mencapai Rp30 triliun atau tumbuh 18,37% yoy. Tidak hanya itu, BRILink Agen juga mengalami kenaikan dalam penyaluran dana talangan sebesar 33,29% yoy, dari semula Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun.
Akhmad mengatakan pencapaian itu semakin membuktikan peran BRILink Agen kini tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.
“Pencapaian di atas semakin membuktikan peran BRILink Agen kini tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat. Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Akhmad.
Seperti yang diketahui, BRILink Agen kini menyediakan berbagai fitur transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Layanan tersebut mencakup transfer, pembayaran berbagai tagihan dan cicilan, pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data, serta top up uang elektronik dan dompet digital. Selain itu, BRILink Agen juga melayani setor dan tarik tunai yang mendukung kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·