TAMASYA: Daycare dari Kemendukbangga dengan Standar Pengasuh Bersertifikat

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, berbincang dengan Ahmad Toriq, Pemred kumparan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Berkaca dari kasus penganiayaan yang menimpa bayi di ruang penitipan anak (daycare) di dua kota besar, yakni Yogyakarta dan Aceh, rasa cemas kini jadi hal yang nyata bagi banyak orang tua. Ya, Moms terutama bagi yang harus kembali bekerja dan tak punya pilihan selain menitipkan si kecil.

Kondisi ini membuat kebutuhan akan ruang asuh yang aman, terpercaya, dan terstandar semakin mendesak. Menjawab keresahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menghadirkan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak).

TAMASYA, Solusi untuk Orang Tua Bekerja

TAMASYA dirancang sebagai ruang aman bagi anak-anak dari orang tua yang bekerja. Program ini diharapkan bisa menjadi alternatif daycare yang tidak hanya fokus pada pengasuhan, tetapi juga menjamin keamanan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menyebut program ini lahir dari banyaknya kekhawatiran perempuan terhadap pengasuhan anak, bahkan hingga mempengaruhi keputusan untuk tidak memiliki anak.

“Banyak perempuan yang ingin child free karena takut soal pengasuhan. Pemerintah ingin mengedukasi bahwa ada solusi, salah satunya dengan menghadirkan tempat ramah anak saat orang tua bekerja,” ujar Wihaji dalam wawancara bersama kumparan, Senin (4/5).

Standar Pengasuh dan Sistem Pemantauan

TAMASYA menerapkan sejumlah standar khusus bagi tenaga pendamping. Pengasuh diwajibkan memiliki sertifikasi pengasuhan, sehingga kualitas interaksi dengan anak lebih terjamin.

Tak hanya itu, setiap anak juga akan dipantau tumbuh kembangnya secara berkala. Jika terjadi kondisi tertentu, sistem rujukan juga sudah disiapkan agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Kita pastikan pengasuh sudah tersertifikasi, ada pemantauan tumbuh kembang, dan rujukan jika terjadi sesuatu. Ini jadi syarat utama dalam penyelenggaraan TAMASYA,” jelas Wihaji.

Tak hanya fokus pada anak, program ini juga melibatkan orang tua melalui KERABAT (Kelas Orang Tua Hebat). Kelas ini bisa diikuti secara gratis dan dilakukan secara online, sehingga tetap fleksibel untuk Anda yang bekerja.

Lewat KERABAT, orang tua bisa belajar soal pola asuh, perkembangan anak, hingga cara menghadapi tantangan parenting sehari-hari.

Untuk mengakses layanan TAMASYA maupun KERABAT, Anda bisa melakukan registrasi melalui portal resmi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, ya, Moms.