Tanggul Jebol Picu Banjir di Sukoharjo dan Evakuasi Warga

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo melakukan evakuasi besar-besaran terhadap warga di Desa Manang dan Gentan setelah banjir merendam delapan wilayah pada Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu dini hari. Luapan air dipicu oleh hujan deras berkepanjangan serta kiriman debit air dari wilayah Boyolali.

Kepala BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan saat ini sedang memprioritaskan penyelamatan warga di titik-titik terdampak paling parah. Berdasarkan laporan awal, genangan air mulai masuk ke pemukiman penduduk sejak Selasa malam akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.

"Baru proses evakuasi," ujar Ariyanto Mulyatmojo saat memberikan keterangan kepada Kompas.com pada Rabu (15/4/2026) dini hari. Penanganan difokuskan pada Kecamatan Grogol dan Kecamatan Baki yang mencakup delapan desa terdampak luapan air.

Data dari BPBD Sukoharjo merinci wilayah yang terendam meliputi Desa Manang, Sanggrahan, Banaran, Cemani, Langenharjo, dan Madegondo di Kecamatan Grogol. Sementara itu, wilayah Kecamatan Baki yang terdampak mencakup Desa Gentan dan Desa Baki.

Penyebab utama bencana ini, menurut penjelasan Ariyanto, tidak hanya berasal dari curah hujan lokal. Selain hujan deras di Sukoharjo, terdapat kiriman air dalam jumlah besar dari wilayah hulu di Boyolali yang mempercepat kenaikan permukaan air sungai.

Situasi di lapangan dilaporkan semakin memburuk setelah adanya informasi mengenai tanggul yang jebol di salah satu titik. Jebolnya infrastruktur penahan air tersebut menyebabkan limpasan air masuk ke area permukiman warga dengan cepat dan merusak akses jalan.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sukoharjo belum merilis data resmi mengenai jumlah total warga yang diungsikan maupun rincian kerugian materiil. Petugas gabungan masih disiagakan di lokasi untuk memantau ketinggian air dan memastikan keselamatan penduduk yang masih terjebak di dalam rumah.