DIREKTUR Big Bad Wolf (BBW) Indonesia Marthius Wandi Budianto menilai kesenjangan minat baca di tanah air bukan semata disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat, melainkan juga karena keterbatasan akses terhadap buku, khususnya di daerah pelosok. "Masalah literasi yang rendah bukan karena orang malas membaca, tapi memang bukunya yang susah didapat. Kalau kita lihat kota-kota di luar Pulau Jawa, mungkin hanya ada satu toko buku di satu mal di satu kota," kata Marthius seperti dilansir Antara pertengahan April 2026.
Tingkat literasi Indonesia disebut baru menyentuh 0,001 persen, atau hanya satu dari 100.000 orang yang benar-benar gemar membaca. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, BBW menghadirkan bazar buku internasional dengan harga terjangkau serta pilihan buku yang beragam, termasuk buku anak-anak yang menjadi salah satu fokus utama.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Kami ingin memberikan pengalaman membaca yang sangat berbeda kepada anak-anak supaya mereka tidak terlalu bergantung pada gadget. Membaca buku jauh lebih menyenangkan dan pengalamannya berbeda dibandingkan sekadar melihat layar," ujar Wandi.
Ia menambahkan, kelangkaan buku anak berkualitas terasa bahkan di sekolah-sekolah ternama sekalipun. Banyak orang tua kesulitan menemukan buku berbahasa Inggris yang tepat untuk anak mereka di toko buku konvensional.
BBW Jakarta 2026 akan digelar pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di ICE BSD City dengan konsep 24 jam nonstop selama lima hari. Acara ini juga menghadirkan jutaan buku dengan harga mulai dari Rp49.000.
BBW menggandeng Lion Parcel sebagai mitra logistik resmi yang beroperasi 24 jam selama event, memungkinkan pengunjung dari luar kota tetap bisa membeli tanpa harus membawa sendiri.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·