Tantangan Meisya Amira Perankan Karakter Tuna Wicara di Film Juminten Edan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Still Photo Film Juminten Edan. Foto: Dok. Istimewa

Aktris Meisya Amira terlibat dalam film horor berjudul Juminten Edan. Dalam film arahan sutradara Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, Meisya memerankan karakter Juminten, seorang perempuan dengan disabilitas wicara dan hambatan pendengaran.

Memerankan karakter Juminten menjadi tantangan besar bagi Meisya Amira. Sebab, karakter tersebut harus menyampaikan banyak emosi tanpa banyak dialog.

Meisya menjalani proses persiapan dengan memahami sinopsis, karakter, serta latar belakang Juminten secara mendalam. Terlebih, Juminten diceritakan sebagai perempuan yang menyimpan trauma besar dalam hidupnya.

"Sebelum shooting dimulai, aku baca sinopsis secara menyeluruh, memahami karakter, serta mempelajari latar belakang dan backstory Juminten yang sudah dikasih ke aku. Ini membantu aku untuk mengenali akar emosi dan batin yang dimiliki oleh karakter tersebut,” ungkap Meisya Amira dalam keterangan rilis yang diterima kumparan.

Meisya kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempelajari bahasa isyarat bersama pelatih khusus yang mendampinginya sejak proses reading hingga syuting berlangsung. Ini menjadi bagian terpenting dalam upaya membangun karakter Juminten.

“Ini menjadi bagian penting agar komunikasi dan ekspresi karakter tetap terasa,” lanjutnya.

Still Photo Film Juminten Edan. Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, Meisya juga mengungkapkan tantangan lain dalam memerankan karakter Juminten. Yakni bagaimana menjaga emosi tetap hidup melalui gestur, tatapan, dan tubuh.

Miesya Amira harus benar-benar masuk ke dalam situasi batin karakter Juminten, agar trauma yang dibawa karakter itu dapat terasa jujur dalam setiap adegan.

“Tidak mudah untuk mengaplikasikan rasa dan emosi dalam keterbatasan tersebut, apalagi memerankan karakter tunawicara. Ada momen aku membutuhkan ruang untuk benar-benar memahami situasi dan kondisi yang terjadi di dalam adegan,” jelas Meisya.

Seiring berjalannya waktu, emosi tersebut mulai terbentuk dengan sendirinya. Karena Meisya berusaha untuk terus memposisikan diri sebagai Juminten selama proses shooting.

"Aku bawa seluruh trauma dan latar belakang karakter itu ke dalam setiap adegan, jadi apa yang dirasakan menjadi lebih jujur. Bagiku, penting untuk tetap stay dalam karakter agar setiap emosi yang muncul bisa benar-benar terasa dan tersampaikan dengan baik," tandasnya.

Tak Sekadar Horor, Film Juminten Edan Angkat Persoalan Sosial

Still Photo Film Juminten Edan. Foto: Dok. Istimewa

Naskah film ini ditulis oleh Alim Sudio. Berkisah tentang karakter Juminten seorang perempuan dengan disabilitas wicara dan hambatan pendengaran. Cerita 'Juminten Edan' mengikuti kepulangan Juminten ke pulau tempat ia dibesarkan.

Juminten kembali bersama suami dan anaknya setelah delapan tahun pergi merantau. Kepulangan itu semula disambut hangat oleh keluarga yang telah lama menanti mereka.

Namun, suasana perlahan berubah ketika Juminten mulai menunjukkan perilaku yang tidak wajar. Kejadian-kejadian aneh muncul, baik ketika ia sadar maupun tidak. Dalam beberapa peristiwa, Juminten bahkan berusaha mencelakai suami, anak, dan keluarga dekatnya.

Sutradara Dedy Mercy mengungkapkan bahwa cerita Juminten Edan telah dipersiapkan cukup lama. Dedy menekankan bahwa film ini tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga membawa persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan keluarga.

Still Photo Film Juminten Edan. Foto: Dok. Istimewa

“Kisah dan perjuangan sosok Juminten dibuat realistis dan jujur. Melalui film Juminten Edan, saya ingin menghadirkan miniatur masalah sosial dalam keluarga," ujar Dedy.

Tak sekadar horor, Dedy mengungkapkan bahwa film tersebut juga akan menghadirkan kehangatan. Hal tersebut dibawa oleh Juminten selaku karakter utama di film itu.

"Ada kehangatan yang dibangun, ada semangat, dan puncaknya bagaimana film ini bercerita bahwa di zaman modern sekarang kewarasan justru lahir dari orang-orang yang dianggap 'gila'," ujar Dedy Mercy.

Selain Meisya Amira film itu juga dibintangi oleh Dimas Aditya, Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, serta Bambang Oeban. First look film Juminten Edan memperlihatkan nuansa horor psikologis yang bertumpu pada trauma, keluarga, dan rahasia masa lalu. Film Juminten Edan akan tayang di Bioskop tahun 2026 ini.