Liputan6.com, Jakarta - Pohon kelengkeng menjadi pilihan favorit banyak orang untuk ditanam di pekarangan rumah karena buahnya yang manis dan rimbunnya daun yang meneduhkan. Namun, pertumbuhan akar kelengkeng yang agresif seringkali menjadi kekhawatiran utama, terutama jika ditanam di lahan terbatas atau dekat struktur bangunan. Akar yang menyebar luas dapat merusak paving, pondasi, hingga saluran air di sekitar rumah.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi penanganan yang tepat agar pohon kelengkeng dapat tumbuh subur tanpa menimbulkan kerusakan. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengendalikan penyebaran akar, memastikan keamanan infrastruktur sekaligus menjaga kesehatan tanaman. Penerapan metode ini sejak awal penanaman sangat krusial untuk hasil optimal.
Berikut enam teknik utama yang bisa Anda terapkan untuk menahan akar kelengkeng agar tidak menyebar, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (21/5/2026).
1. Pilih Varietas Kelengkeng yang Tepat
Langkah awal yang krusial dalam menanam kelengkeng tanpa merusak struktur adalah memilih varietas yang akarnya tidak terlalu agresif. Pemilihan bibit yang tepat sejak dini dapat mengurangi risiko kerusakan di masa mendatang. Beberapa varietas direkomendasikan untuk lahan terbatas atau penanaman dalam pot karena perakarannya lebih terkontrol dan ukuran pohonnya relatif kecil.
Varietas seperti Kelengkeng Mini atau Kerdil ideal karena ukuran pohonnya kecil dan sistem akar yang tidak menyebar luas, sangat cocok untuk dibudidayakan dalam pot besar. Selain itu, Kelengkeng Matalada, Pingpong, New Kristal, Diamond River, dan Itoh juga dikenal memiliki perakaran yang lebih terkontrol dan adaptif di berbagai kondisi tanah. Untuk kelengkeng dataran rendah, bibit hasil okulasi seperti Diamond River atau Pingpong disarankan karena cenderung memiliki sistem akar yang lebih terkontrol.
2. Manfaatkan Metode Tabulampot
Metode tabulampot, atau menanam kelengkeng dalam pot besar, adalah cara efektif untuk mencegah akar merusak area sekitar rumah. Teknik ini secara signifikan mengendalikan pertumbuhan akar karena akar terbatas di dalam wadah, sehingga tidak dapat menyebar dan merusak struktur seperti paving atau pondasi. Selain itu, tabulampot juga memberikan fleksibilitas penempatan dan kemudahan dalam perawatan tanaman.
Untuk keberhasilan tabulampot, siapkan pot dengan diameter minimal 50 cm, di mana pot yang lebih dalam akan lebih baik untuk perkembangan akar. Bibit kelengkeng setinggi 30-40 cm bisa menggunakan pot berdiameter 40-50 cm, namun untuk pertumbuhan jangka panjang, pot berdiameter minimal 70 cm sangat disarankan. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup untuk mencegah genangan air dan akar busuk.
Gunakan media tanam yang gembur, kaya nutrisi, dan tidak mudah menggenang air, seperti campuran 50% tanah taman, 30% pupuk kandang/kompos, dan 20% sekam bakar atau pasir. Media tanam yang baik juga bisa berupa campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Penting juga untuk mengalasi pot agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah, mencegah akar tanaman cepat membusuk.
3. Pemasangan Pembatas Akar Efektif
Pemasangan pembatas akar (root barrier) adalah solusi fisik yang sangat efektif untuk mengarahkan pertumbuhan akar agar tidak menyebar ke area bangunan atau paving. Pembatas ini sebaiknya dipasang sejak awal penanaman, terutama jika pohon ditanam langsung di tanah dekat struktur bangunan. Ini adalah langkah proaktif untuk mencegah kerusakan infrastruktur di masa mendatang.
Pembatas akar dapat dibuat dari lembaran plastik kaku seperti polietilen kepadatan tinggi (HDPE) yang ditempatkan secara vertikal di dalam parit. HDPE memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap tusukan akar dan tidak mudah lapuk. Pemasangannya dilakukan dengan menggali lubang di sekitar pohon, meletakkan penghalang akar secara vertikal dengan kedalaman 60-100 cm, lalu menutup kembali lubang dengan tanah.
Penting untuk memasang pembatas akar di sisi tanaman dari parit, sehingga akar tidak tumbuh di tanah urukan yang lebih lunak dan lembap. Pastikan juga geotextile pembatas akar disambung, dilas, atau disegel dengan benar untuk menghindari titik lemah yang bisa ditembus akar. Dengan adanya root barrier, akar pohon kelengkeng akan diarahkan untuk tumbuh ke bawah atau ke samping, menjauh dari paving, pondasi, atau saluran air.
4. Manajemen Akar dan Drainase Optimal
Perbaikan sistem drainase di sekitar area tanam dapat membantu mengendalikan pertumbuhan akar pohon kelengkeng. Tanah yang terlalu lembap membuat akar cenderung mencari sumber air ke area lain, termasuk di bawah paving halaman, sehingga drainase yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan akar dan mencegah penyebaran yang tidak diinginkan.
Inovasi seperti Fertilizing Root Trainer (FRT) juga dapat digunakan untuk mengatur pertumbuhan akar serabut kelengkeng. Metode ini membantu mengonsentrasikan akar di sisi tertentu agar tetap sehat dan mendukung produksi buah yang optimal. FRT dapat dibuat dari bahan sederhana seperti bata, genteng, papan, atau beton dan sebaiknya dipasang sejak awal penanaman.
Selain itu, menentukan jarak tanam pohon kelengkeng dari paving atau bangunan sangat penting untuk mencegah kerusakan di kemudian hari. Pohon kelengkeng disarankan ditanam minimal 5-7 meter dari pondasi rumah atau struktur penting lainnya karena akar dapat menyebar jauh mencari air dan nutrisi. Untuk kelengkeng jenis rambutan yang tumbuh lebih besar, jarak tanam ideal mencapai 7x7 meter atau 8x8 meter.
5. Pemangkasan Rutin untuk Pengendalian
Pemangkasan tidak hanya berfungsi untuk membentuk tajuk dan merangsang pembuahan, tetapi juga dapat membantu mengendalikan pertumbuhan akar secara tidak langsung dengan membatasi ukuran pohon secara keseluruhan. Pemangkasan rutin sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bagian atas dan bawah tanaman.
Pemangkasan bentuk dilakukan saat tanaman masih muda (tinggi 160-225 cm) untuk mempertahankan tinggi tanaman dan membentuk tajuk yang ideal. Pemangkasan ini dilakukan pada batang pokok dengan ketinggian 150-175 cm dari permukaan tanah, menyisakan ranting sepanjang 30-40 cm.
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman kelengkeng usia produktif (2-3 tahun) untuk membuang cabang yang tidak produktif atau tunas air yang tumbuh liar, mengarahkan nutrisi ke bakal buah. Selain itu, pemangkasan akar (replanting akar) secara berkala juga dapat membantu mengendalikan pertumbuhan akar agresif, tetapi perlu dilakukan dengan hati-hati agar pohon tidak mengalami stres.
6. Teknik Grafting untuk Pertumbuhan Terkontrol
Teknik grafting atau penyambungan tanaman merupakan metode efektif lainnya untuk menghasilkan pohon buah pendek dengan produktivitas tinggi. Grafting memungkinkan penggabungan dua bagian tanaman yang berbeda: batang bawah (rootstock) yang menentukan ukuran dan ketahanan, serta entres (scion) yang menentukan jenis buah dan karakteristik produksinya.
Dengan memilih batang bawah yang kerdil, pohon hasil grafting akan memiliki ukuran yang lebih ringkas namun tetap mampu menghasilkan buah dari varietas entres yang diinginkan. Ini secara signifikan mengurangi risiko kerusakan akibat pertumbuhan akar yang agresif. Metode ini memberikan perlindungan jangka panjang dan ketenangan pikiran bagi pemilik rumah, terutama di lahan terbatas.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Teknik Menahan Akar Kelengkeng agar Tidak Menyebar
1. Bagaimana cara mencegah akar kelengkeng merusak paving halaman rumah?
Mencegah kerusakan dapat dilakukan dengan memilih varietas yang tepat, menanam dalam pot (tabulampot), menggunakan pembatas akar, menjaga jarak tanam ideal, serta melakukan pemangkasan akar dan tajuk secara rutin.
2. Varietas kelengkeng apa yang aman ditanam di dekat rumah?
Varietas kelengkeng mini atau kerdil sangat disarankan karena akarnya tidak agresif. Kelengkeng hasil okulasi seperti Diamond River atau Pingpong juga aman karena akarnya lebih terkontrol.
3. Apa itu tabulampot dan mengapa efektif untuk kelengkeng?
Tabulampot adalah metode menanam pohon buah dalam pot besar. Ini efektif karena membatasi pertumbuhan akar di dalam wadah, mencegahnya merusak struktur di sekitarnya seperti paving atau pondasi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·