Bisa jadi, kubu Benfica tak perlu berpikir dua kali saat mendapatkan kesempatan mengembangkan akademi sepak bola di Maluku Utara. Sebab, ada nilai historis yang mengubungkan kedua kubu dahulu sekali.
Kehadiran Benfica di Maluku Utara memantik kelakar tersendiri. Seperti diketahui, bangsa Portugis pernah mendarat di pesisir Maluku dengan semboyan 3G, yakni Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), dan Gospel (menyebarkan agama Katolik).
Portugal dan Maluku memang sejak dulu memiliki kedekatan historis.
"Di sini ada gereja Katolik pertama di Indonesia," terang Weshley Hutagalung, jurnalis senior seraya menunjuk bangunan tua Gereja Katolik Santo Willibrordus.
Selain itu, dahulu kala bangsa Portugis juga datang ke Maluku dengan maksud mencari dan menguasai rempah-rempah. Maluku dijuluki sebagai "Kepulauan Rempah" karena menjadi pusat penghasil utama cengkeh dan pala dunia.
Komoditas ini pada masa itu memiliki harga yang sangat mahal di Eropa dan dicari untuk pengawet makanan, obat-obatan, serta bumbu masak.
Tidak heran, setiap menu masakan khas Ternate selalu penuh dengan bumbu yang memanjakan lidah. Kebetulan, Ternate juga dikenal sebagai penghasil ikan dengan kualitas terbaik.
"Di sini ikannya mati sekali, jadi sudah pasti lebih enak."
Maksud ucapan tersebut adalah, bahwa banyak penjual makanan di Ternate mendapatkan ikan langsung dari tangan pertama. Artinya, ikan tidak melalui banyak pemrosesan yang bisa membuat kadar kenikmatannya berkurang.
"Gohu, itu adalah sashimi ala Ternate, rasanya enak sekali. Aman kita konsumsi walaupun ya orang bilang mentah ya, cuma pakai rempah saja dan bumbu-bumbu, sebab di sini ikannya mati sekali," terang Erwin lagi.
Ikan memang mendominasi menu panganan di Ternate. Variannya bisa ditemukan di banyak masakan, baik itu menu sarapan, main dish, maupun menu makanan penutup.
“Kalau bapak berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Ternate dekat Gunung Gamalama, bapak pasti sering lihat warung-warung penjual nasi kuning. Di sini tersedia sejak pagi hingga tengah malam," ujar Erwin.
"Kita orang Ternate biasa sebut dengan nasi kuning bagadang atau nasbak. Nah, itu ada dua pilihan, mau pakai telur rebus atau ikan cakalang, atau mau dua-duanya juga boleh."
Sayang, tidak banyak kesempatan bagi saya menjajal aneka menu ikan selama berada di Ternate, Maluku Utara. Wilayah yang tidak cuma jago melahirkan talenta sepak bola, tetapi piawai mengolah hasil laut berbekal kekayaan rempahnya.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·