Thierry Henry Kritik Kegagalan Real Madrid di Liga Champions

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Legenda sepak bola Thierry Henry mengkritik kegagalan Real Madrid melaju ke semifinal Liga Champions setelah ditumbangkan Bayern Munich di Allianz Arena pada Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Henry menilai kekalahan tersebut disebabkan oleh ketidaksanggupan Madrid dalam mengelola jalannya pertandingan.

Kekalahan tipis 3-4 pada leg kedua perempatfinal tersebut membuat Los Blancos harus tersingkir dengan agregat total 4-6. Meski sempat memimpin kedudukan, jalannya laga berubah drastis setelah gelandang Eduardo Camavinga menerima kartu merah pada menit ke-86, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Pengusiran Camavinga memicu protes keras dari pihak Madrid karena kartu kuning kedua tersebut dianggap tidak layak diberikan dalam laga krusial. Henry menanggapi reaksi para pendukung Madrid yang cenderung menyalahkan kepemimpinan wasit atas hasil minor tersebut.

"Fans Real Madrid akan memenuhi internet merengek soal wasit. Mereka akan bilang kartu kuning kedua Camavinga memalukan, bahwa itu terlalu lembek untuk perempatfinal Liga Champions, dan bahwa ofisial berat sebelah," ujar Henry, Eks penyerang Barcelona.

Mantan pemain tim nasional Prancis tersebut menegaskan bahwa tim sekelas Real Madrid seharusnya memiliki kecerdasan taktis yang lebih tinggi ketika bermain di markas lawan. Menurut penjelasannya, memberikan celah sekecil apa pun kepada wasit untuk mengambil keputusan krusial adalah sebuah kesalahan strategis.

"Tapi kalian harus memahaminya: ketika main tandang ke Allianz Arena, kalian tidak boleh memberi satu pun alasan kepada wasit untuk mengambil keputusan. Kalian harus lebih pintar daripada itu," lanjut Henry, Eks penyerang Barcelona.

Analisis Henry menyoroti dinamika permainan di mana Madrid sebenarnya sempat tampil dominan melalui kontribusi Arda Guler dan Kylian Mbappe pada babak pertama. Namun, Bayern Munich berhasil bangkit dan memaksimalkan keunggulan jumlah pemain setelah insiden kartu merah di sisa waktu pertandingan.

"Anda lihat Real Madrid menghancurkan mereka di babak pertama dengan Guler dan Mbappe, dan semua orang berpikir comeback sudah selesai. Kemudian Bayern muncul di babak kedua, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mengubah lapangan menjadi mesin cuci. Mereka (Bayern) sungguh mencekik mereka (Madrid)," kata Henry, Eks penyerang Barcelona.

Kemenangan Bayern akhirnya dikunci oleh gol Michael Olise pada masa tambahan waktu yang memastikan keunggulan raksasa Jerman tersebut. Henry memuji ketenangan yang ditunjukkan pemain lawan dalam membobol gawang Madrid pada menit-menit kritis.

"Dan tembakan dari Michael Olise di tambahan waktu untuk bikin skor jadi 4-3 dan mengunci kemenangan? Gol yang luar biasa. Menunjukkan ketenangan luar biasa melawan Real Madrid di menit ke-94 itu spesial. Real Madrid berpikir mereka raja comeback yang tidak terbantahkan, tapi malam ini Bayern memberi mereka pelajaran pahit," tutur Henry, Eks penyerang Barcelona.