Thomas Tuchel Tanggapi Kebocoran Video Pidato Motivasi kepada Pemain Timnas Inggris

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pelatih Tim Nasional Inggris Thomas Tuchel memberikan respons terkait sebuah rekaman video internal dirinya yang mendadak tersebar luas di media sosial.

Dikutip dari Detik Sport, rekaman tersebut menampilkan momen saat pelatih asal Jerman itu sedang memberikan arahan serta motivasi kepada para pemain skuad The Three Lions di sebuah studio.

Dalam tayangan itu, Thomas Tuchel terlihat berdiri di depan layar yang menyala sembari berorasi, sementara para penggawa timnas Inggris duduk menyimak penjelasan sang manajer.

Mantan pelatih Bayern Munich tersebut tampak membakar semangat anak-asuhnya agar mengerahkan kemampuan terbaik demi mewujudkan target besar memenangi trofi juara dunia.

"Misi kita sudah jelas ya. Misi kita adalah bintang kedua di jersey," ujar Tuchel merujuk pada target Inggris meraih Piala Dunia kedua setelah 1966.

Momen di dalam video tersebut diketahui diambil pada Maret tahun lalu, tepat ketika dirinya memimpin pemusatan latihan perdana bersama timnas Inggris.

Video lama ini kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan publik karena timnas Inggris sesaat lagi akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2026.

Bagi publik, beredarnya rekaman ini menjadi sebuah penanda mengenai keseriusan yang diusung oleh sang juru taktik beserta pasukannya untuk membawa pulang trofi Jules Rimet.

"Saya terkejut hal-hal seperti ini bisa bocor ke publik. Itu kali pertama saya bicara dengan tim. Itu benar-benar tulus; saya sudah mempersiapkan itu karena saya punya waktu tiga bulan ketika itu," ujar Tuchel seperti dikutip Tribuna.

Arsitek strategi berusia 52 tahun tersebut menambahkan bahwa pertemuannya dengan skuad Inggris baru dimulai secara intensif pada awal tahun lalu setelah resmi ditunjuk.

"Saya baru mulai bulan Januari dan kamp pertama saya bulan Maret. Itu pidato pertama saya, saya tidak yakin apakah pemain ingat itu."

Thomas Tuchel pun berharap pesan mendalam yang dia sampaikan saat itu bisa membekas di hati para pemain guna membangun kenyamanan serta emosi yang positif di dalam tim.

"Semoga saja mereka mengingatnya, bagaimana membuat mereka nyaman dan antusias. Kami harus bicara soal sepakbola demi membangkitkan emosi mereka - ini benar-benar dari lubuk hati terdalam."