Sejumlah perusahaan besar di Bursa Efek Indonesia mengumumkan rencana pembagian dividen untuk tahun buku 2025 guna memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Money, emiten seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menawarkan potensi yield yang kompetitif.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) telah mengesahkan pembagian dividen tunai total senilai Rp 556,81 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 15 April 2026. Nilai tersebut setara dengan Rp 250 per saham yang diambil dari laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 725,37 miliar.
Penetapan jadwal cum dividen LPPF di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 23 April 2026, sementara pembayaran dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026. Respons pasar terhadap kebijakan ini terlihat dari penguatan harga saham LPPF sebesar 0,78 persen ke level Rp 1.940 per lembar.
Sektor energi diwakili oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang menerapkan kebijakan payout ratio sangat tinggi, mencapai 99,96 persen dari laba bersih. Perusahaan mengalokasikan total 447,5 juta dollar AS untuk dividen tahun buku 2025, meski laba bersih perusahaan tercatat mengalami penurunan sebesar 67 persen.
ADRO tercatat sudah menyalurkan dividen interim sebesar 250 juta dollar AS atau Rp 145,14 per saham pada Januari lalu. Sisa dividen final diperkirakan mencapai Rp 117 per saham, yang memberikan proyeksi yield sekitar 4,6 persen bagi investor berdasarkan harga pasar saat ini.
Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan potensi yield tertinggi mencapai 5,28 persen dengan total dividen Rp 1.663 per saham. Nilai ini bersumber dari perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang menyentuh angka Rp 14,8 triliun.
Setelah dikurangi dividen interim yang cair pada Oktober 2025, pemegang saham UNTR akan menerima dividen final sebesar Rp 1.096 per saham. Hak atas dividen ini akan diberikan kepada investor yang tercatat dalam daftar pemegang saham hingga 28 April 2026, dengan jadwal pembayaran pada 18 Mei 2026.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·