Tiga Pemain Diaspora Perkuat Timnas Indonesia U&17 di Piala Asia 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Timnas Indonesia U-17 mengandalkan tiga pemain diaspora saat menghadapi China dalam laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Selasa (5/5/2026). Kehadiran pemain yang berkarier di luar negeri tersebut diharapkan mampu memperbaiki performa tim setelah kegagalan pada turnamen sebelumnya.

Ketiga penggawa tersebut adalah Matthew Baker yang membela Melbourne City, Mike Rajasa dari FC Utrecht, dan Noha Pohan yang bermain untuk NAC Breda. Penambahan kekuatan ini menjadi krusial mengingat skuad Garuda Muda tercatat gagal melaju ke babak semifinal Piala AFF U-17 2026 lalu.

Dilansir dari Detik Sport, konfederasi sepak bola Asia atau AFC secara khusus menyoroti profil ketiga pemain diaspora tersebut dalam ulasan jelang turnamen. Fokus utama diberikan pada kontribusi teknis yang dapat mereka berikan bagi tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto.

"Pelatih Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto sudah mematok target lolos ke fase gugur untuk tim Asia Tenggara itu saat mereka bersiap melawan China," kata ulasan di situs AFC tersebut.

Strategi pemanggilan pemain diaspora ini diambil sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas permainan tim secara instan. Pihak otoritas sepak bola Asia menilai langkah ini merupakan bagian dari persiapan matang sang pelatih dalam mencapai target di babak grup.

"Mantan penyerang Garuda mempunyai tiga pemain yang berkarier di luar negeri seperti Mike Rajasa, Matthew Baker, dan Noha Pohan yang dia harapkan bisa menyuntikkan kualitas ke dalam tim," tulis ulasan itu menambahkan.

Berdasarkan catatan statistik, Indonesia memiliki rekam jejak yang kurang baik saat berhadapan dengan China di level internasional. Dalam sejumlah pertemuan terakhir, tim Merah-Putih selalu mengalami kekalahan dengan rincian skor telak 0-5 dan 0-7, serta satu kekalahan tipis 2-3.

Pada turnamen Piala AFF U-17 2026, Indonesia hanya mampu memetik satu kemenangan atas Timor Leste sebelum akhirnya takluk dari Malaysia dan bermain imbang dengan Vietnam. Pertandingan melawan China di Arab Saudi menjadi ujian pertama bagi Baker dan rekan-rekannya di kancah Benua Kuning.