TikTok secara resmi memperkenalkan opsi berlangganan baru bagi para penggunanya di Inggris guna memberikan pengalaman menjelajah konten tanpa gangguan promosi. Layanan yang diberi nama TikTok Ad-Free ini memungkinkan pengguna menikmati video tanpa melihat iklan sama sekali.
Seperti yang dikutip dari Medcom, fitur berlangganan ini mulai diimplementasikan secara bertahap bagi pengguna yang telah berusia 18 tahun ke atas sejak Mei 2026. Untuk mendapatkan akses ini, pengguna di Inggris dikenakan biaya sebesar GBP3,99 per bulan atau setara Rp85 ribu.
Pihak TikTok menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen platform dalam menyediakan beragam pilihan cara bagi audiens untuk berinteraksi. Pengguna yang memilih tidak berlangganan masih tetap dapat mengakses TikTok secara gratis dengan sistem iklan yang dipersonalisasi.
Perusahaan menegaskan bahwa fungsionalitas inti aplikasi tetap identik, baik bagi pengguna gratis maupun pelanggan berbayar. Keduanya tetap memiliki akses penuh terhadap fitur, kreator, serta jenis konten yang sama tanpa adanya pembatasan khusus.
Aspek pembeda utama dari paket ini hanya terletak pada hilangnya tayangan iklan di dalam feed pelanggan. Selain itu, TikTok menyatakan bahwa data milik pelanggan paket Ad-Free tidak akan dimanfaatkan untuk keperluan periklanan pihak ketiga.
Peluncuran model bisnis ini dinilai erat kaitannya dengan aturan privasi digital di Inggris dan GDPR yang semakin memperketat penggunaan data personal untuk iklan tertarget. Para pengamat menyebut strategi ini sebagai pendekatan "consent or pay".
Melalui sistem tersebut, pengguna diberikan kebebasan untuk memilih antara menerima iklan yang disesuaikan atau membayar biaya tambahan demi menjaga privasi lebih tinggi. Strategi serupa sebelumnya sudah lebih dulu diterapkan oleh Meta pada platform Facebook dan Instagram di wilayah Eropa.
Meski menghadirkan versi berbayar, TikTok tetap memandang keberadaan versi gratis sebagai pilar penting bagi pendapatan platform. Iklan dinilai memiliki peran vital dalam menyokong pertumbuhan bisnis kecil dan menengah (UKM) di Inggris.
TikTok mengklaim bahwa investasi iklan melalui platform mereka telah membantu UKM di Inggris menghasilkan pendapatan miliaran poundsterling. Selain itu, ekosistem periklanan ini disebut telah mendukung terciptanya puluhan ribu lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Pro dan Kontra Layanan Berbayar
Kebijakan baru ini tidak lepas dari kritik sejumlah pakar privasi digital yang mengkhawatirkan munculnya sistem internet dua tingkat. Mereka menilai sistem berbayar untuk privasi berpotensi membuat kontrol data menjadi hak istimewa bagi mereka yang mampu membayar saja.
Terkait ekspansi layanan, TikTok belum memberikan konfirmasi resmi apakah paket Ad-Free ini akan diperluas ke wilayah lain seperti Amerika Serikat atau Asia. Meski demikian, uji coba konsep ini sebenarnya sudah terpantau dilakukan sejak tahun 2023 sebelum akhirnya resmi mengudara di Inggris.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·