Pontianak (ANTARA) - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar Kombes Pol dr J Ginting mengatakan seluruh korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan.
"Saat ini, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar masih menunggu tahap rekonsiliasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga," kata Ginting di Pontianak, Sabtu.
Dia mengatakan proses identifikasi dilakukan secara optimal dengan melibatkan tim Biddokkes serta empat dokter forensik.
"Tim identifikasi Rumah Sakit Bhayangkara dan Biddokkes sudah bekerja maksimal. Dari delapan penumpang helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, seluruhnya sudah berhasil diidentifikasi," tuturnya.
Delapan korban yang telah teridentifikasi masing-masing Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lakidang, Patrick Kee Chuan Peng (warga negara Malaysia), Victor Tan Keng Liam, Capt Marindra Wibowo (pilot), Harun Arasyd (kopilot), Fauzi Organta dan Sugito.
Baca juga: Malaysia konfirmasi satu warganya korban kecelakaan heli di Kalbar
Baca juga: TNI AU evakuasi delapan korban insiden helikopter jatuh di Sekadau
Meski demikian, Ginting menjelaskan proses identifikasi belum sepenuhnya selesai karena masih menunggu tahap rekonsiliasi, yakni pencocokan akhir antara data antemortem dan postmortem.
Ia menambahkan tidak ada kendala berarti dalam proses identifikasi, namun satu korban warga negara asing masih memerlukan verifikasi tambahan melalui data sidik jari dari negara asal.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Pontianak I Made Junetra menyatakan bahwa seluruh tim SAR gabungan telah menuntaskan proses evakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian dengan medan yang cukup berat.
Junetra menjelaskan proses evakuasi dimulai dari lokasi jatuhnya helikopter di puncak bukit dengan kondisi medan terjal yang menuntut kehati-hatian tinggi.
"Pengangkatan korban dari puing-puing helikopter selesai Kamis malam pukul 22.00 WIB," katanya.
Junetra menegaskan kelancaran operasi evakuasi tidak lepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri hingga instansi terkait lainnya.
"Ini bukti soliditas dan profesionalisme tim SAR gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan," katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam proses evakuasi yang berlangsung tanpa henti di tengah keterbatasan medan dan kondisi di lapangan.
Baca juga: Kemenhub: Pilot, engineer, 6 penumpang heli jatuh di Sekadau meninggal
Baca juga: TNI AD kerahkan 209 prajurit evakuasi helikopter jatuh di Sekadau
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·