Kontingen para angkat berat Indonesia sukses mengamankan total 25 medali dalam ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship yang berlangsung pada 7-12 April 2026 di Bangkok, Thailand. Pencapaian ini sekaligus membuka jalan bagi para atlet Merah Putih menuju Asian Para Games 2026.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Sport, Indonesia berhasil mengumpulkan enam medali emas, empat perak, dan 15 perunggu dalam kompetisi internasional tersebut. Hasil perolehan medali ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-10 dalam klasemen akhir medali kejuaraan.
Abdul Hadi menjadi salah satu atlet yang menonjol dengan mencatatkan angkatan terbaik seberat 179 kg pada kategori 49 kg putra. Prestasi tersebut membuahkan dua medali emas untuk kategori best lift elite open serta best lift Asia bagi kontingen Indonesia.
Selain Abdul Hadi, atlet muda Delima Yunia Susanti yang baru menginjak usia 16 tahun memberikan kejutan besar dengan meraih empat medali emas sekaligus. Atlet kelahiran Juni 2010 tersebut mencatatkan beban angkatan 93 kg pada kelas 79 kg putri kategori rookie.
Keberhasilan Delima tersebut turut memecahkan rekor dunia untuk kategori rookie di kelasnya. Empat medali emas yang didapatkannya mencakup kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, serta total lift untuk kategori rookie open dan Asia.
"Insya Allah dari hasil perhitungan kita, semua atlet ini bisa lolos ke Nagoya sesuai yang ditargetkan. Dan ada beberapa kejutan, terutama Abdul Hadi, bisa menjadi nomor satu di Asia bahkan Dunia," kata Coni Ruswanta, Pelatih para angkat berat Indonesia dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Coni menambahkan bahwa tantangan ke depan masih cukup berat mengingat persaingan dari negara lain seperti Uzbekistan dan China. Program latihan dalam lima bulan ke depan akan difokuskan pada perburuan medali untuk ajang Asian Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Nagoya.
Selain target di level Asia, tim pelatih juga memproyeksikan empat orang atlet untuk dapat menembus kualifikasi Paralympic Los Angeles 2028. Pihak manajemen menargetkan para atlet mampu menempati posisi sembilan besar dalam peringkat dunia agar dapat berlaga di ajang olahraga tertinggi tersebut.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·