Tim Peneliti Universitas Duke Kembangkan Robot Berbentuk Bulat Bernama Argus

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Tim peneliti di Universitas Duke yang dipimpin profesor teknik Boyuan Chen mengembangkan robot unik berbentuk bulat bernama Argus yang mampu melihat dan bergerak ke segala arah secara instan. Dilansir dari Detik iNET, robot ini dirancang tanpa bagian depan, belakang, atas, atau bawah demi efisiensi pergerakan.

Argus terinspirasi dari raksasa bermata banyak dalam mitologi dengan dilengkapi kamera sensor kedalaman pada 20 kaki teleskopik yang memancar dari inti pusatnya. Desain inovatif ini memungkinkan robot tetap berfungsi secara optimal meskipun beberapa motor penggerak mati atau mengalami patah kaki.

"Alih-alih mengukur bagaimana kaki Anda tersusun di berbagai bagian tubuh yang berbeda, kami mengukur seberapa cepat Anda dapat bergerak ke segala arah. Siapa yang bilang, kalau kita memiliki robot untuk membantu kita dengan cara paling efektif, wujudnya harus terlihat seperti kita?" sebut Chen.

Melalui uji coba laboratorium, Argus berhasil menavigasi pantai berpasir, semak hutan, berguling melewati rintangan, hingga memanjat di antara dinding bata dengan mengganti-ganti gerakan menopang serta mendorong menggunakan kaki-kakinya.

"Melihat Argus bergerak tidak seperti melihat robot-robot lain yang pernah kami tangani sebelumnya," kata Jiaxun Liu, mahasiswa pascasarjana sekaligus rekan penulis studi tentang Argus.

Pengembangan ini membuktikan bahwa robot tersebut memiliki ketahanan tinggi saat dioperasikan di medan yang sulit.

"Pertama kali kami melihatnya menavigasi di antara pepohonan dan medan yang kasar, bahkan saat mengalami benturan keras, kami tahu bahwa robot ini adalah sesuatu yang berbeda," cetusnya.

Dalam penelitian ini, ahli menerapkan prinsip desain baru bernama isotropi dinamis untuk mengukur keseragaman akselerasi robot ke segala arah dalam skala 0 hingga 1. Mayoritas robot modern seperti humanoid dan drone memiliki skor di bawah 0,6, sedangkan Argus sukses meraih skor 0,91.

"Ketika sebuah robot dapat berakselerasi sama baik ke segala arah, robot tersebut tak lagi harus menghadap dunia dengan cara tertentu," ujar Chen.

Penerapan konsep penataan ruang berbasis akselerasi seragam ini diharapkan dapat menjadi panduan masa depan untuk robot pencari dan penyelamat (SAR), kendaraan bawah air, maupun robot penjelajah udara.

"Daripada merancang tangan robot yang menyerupai tangan manusia salah satu gagasannya adalah menjadikan Argus itu sendiri sebagai sebuah tangan, dan ia mampu memanipulasi objek dari segala arah," jelasnya.