Timnas U17 Vietnam Adopsi Strategi Kontra demi Atasi UEA

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tim nasional U17 Vietnam menargetkan kemenangan krusial melawan Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga penentuan Grup C Piala Asia U17 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 00.00 waktu setempat. Kemenangan dalam pertandingan ini menjadi syarat mutlak bagi skuat asuhan Cristiano Roland untuk memastikan tempat di fase gugur.

Gaya permainan UEA dinilai memiliki kemiripan dengan Yaman yang sebelumnya telah dikalahkan oleh Vietnam pada babak kualifikasi. Keunggulan teknis pemain Asia Barat diantisipasi dengan pendekatan taktis yang menekankan pada kekuatan mental dan disiplin posisi di lapangan pertandingan.

Mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), Duong Vu Lam, memberikan pandangannya mengenai karakter calon lawan yang akan dihadapi oleh tim muda Vietnam tersebut.

"Die Fußballkulturen der Vereinigten Arabischen Emirate und des Jemen sind sich im Grunde ähnlich. Ihre Spieler verfügen über gute Eigenschaften, sind schnell, technisch versiert und stark. Insbesondere im diesjährigen Turnier spielte die U17-Mannschaft der VAE technisch versierter, während die U17-Mannschaft des Jemen kämpferischer agierte und einen besseren Körperkontakt pflegte." kata Duong Vu Lam, mantan Wakil Presiden Urusan Profesional Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF).

Analisis teknis menunjukkan bahwa tim-tim muda dari wilayah West Asia cenderung melakukan kesalahan saat berada di bawah tekanan psikologis yang intens. Sebaliknya, mereka dapat tampil sangat berbahaya dan mengejutkan jika dibiarkan bermain dalam suasana hati yang nyaman dan tanpa tekanan dari lawan.

Vietnam memiliki modal kepercayaan diri setelah timnas U23 mereka meraih hasil positif melawan tim-tim seperti Arab Saudi dan UEA pada turnamen awal tahun ini. Strategi serangan balik yang terukur dipandang lebih efektif dibandingkan bermain terbuka secara ofensif yang berisiko menguras stamina pemain.

Kekalahan dari Korea Selatan pada 10 Mei lalu menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait penurunan kondisi fisik pada babak kedua. Tim pelatih menekankan pentingnya menjaga penguasaan bola dan tidak bertahan terlalu dalam agar lawan tidak memiliki ruang untuk menekan area pertahanan secara terus-menerus.