Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengonfirmasi pelumpuhan belasan tokoh sentral TPNPB-OPM dalam rangkaian operasi penegakan hukum di Papua yang berlangsung sejak Januari hingga Sabtu, 9 Mei 2026.
Operasi yang dilakukan oleh jajaran TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dan Koops Habema tersebut bertujuan untuk menekan eskalasi kekerasan oleh kelompok separatis sekaligus menjaga stabilitas pembangunan di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Antara, Kompas, dan JPNN, aparat keamanan juga menyita puluhan pucuk senjata api, ratusan butir amunisi, alat komunikasi, serta atribut organisasi terlarang sebagai barang bukti tindak kejahatan terhadap kedaulatan negara.
"Kami menegaskan bahwa setiap operasi tetap mengedepankan aspek proporsionalitas dan perlindungan fasilitas publik," kata Letjen Lucky Avianto.
Panglima menekankan bahwa kehadiran TNI di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan pendidikan tanpa gangguan kelompok bersenjata.
"Kami ingin memastikan mama-mama bisa ke pasar dengan tenang, anak-anak bisa sekolah dengan ceria, dan pembangunan di Papua terus melaju tanpa gangguan," ujarnya.
Letjen Lucky Avianto menambahkan bahwa dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat krusial untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.
"Mari kita rapatkan barisan, jaga persatuan, dan bahu-membahu mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam pelukan ibu pertiwi," ajak Letjen Lucky Avianto.
Dalam menjalankan tugasnya, prajurit TNI diklaim tetap patuh pada standar operasional prosedur yang ketat guna meminimalisir dampak terhadap warga non-kombatan.
"Bagi kami, melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar. Setiap langkah kami berlandaskan pada Rules of Engagement (ROE) yang ketat, memastikan bahwa tindakan tegas tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia (HAM), serta etika kemanusiaan," ujarnya.
Keberhasilan operasi ini juga mencakup penindakan terhadap pimpinan kelompok yang kerap mengorganisir aksi teror di berbagai wilayah pegunungan Papua.
"Kogabwilhan III berkomitmen penuh untuk terus menjaga situasi kondusif. Kami ingin memastikan mama-mama bisa ke pasar dengan tenang, anak-anak bisa sekolah dengan ceria, dan pembangunan di Papua terus melaju tanpa gangguan," kata Lucky.
Pihak TNI mencatat adanya personel yang gugur dalam menjalankan misi ini akibat serangan balik dari pihak kelompok separatis bersenjata.
"Pengorbanan mereka adalah bukti nyata cinta tanpa batas kepada NKRI," tegas Lucky.
Langkah tegas diambil otoritas keamanan karena kelompok pimpinan tersebut sering kali melakukan serangan brutal yang menyasar aparat maupun masyarakat umum.
"TNI tidak akan pernah ragu! Dalam situasi mendesak, kami memegang teguh prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto — Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tegas Letjen Lucky.
Berikut adalah daftar tokoh TPNPB-OPM yang berhasil dilumpuhkan oleh TNI sepanjang Januari hingga Mei 2026:
| 1 | Yesias Mate | Danlog Kodap IV Soraya |
| 2 | Army Kogoya | Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama |
| 3 | Bilip Kobak | Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo |
| 4 | Dinus Tigau | Danki Tanah Merah |
| 5 | Manuel Yohanes Aimau | Wadan Ops Kodap IV/Soraya |
| 6 | Hurbianus Murip | Ka Keu Kodap III/D Dulla |
| 7 | Alfon Sorry | Wadan Ops Kodap IV/Soraya |
| 8 | Jeki Murib | Danwil Kodap XVII/Ilaga |
| 9 | Lau Gwijangge | Danwil Mugie |
| 10 | Ket Gwijangge | Danops Yon Mugi |
| 11 | Peltu Usmabul | Wadanops Mugi |
| 12 | Serlu Wonimbo | Anggota OPM |
| 13 | Tiga Anggota OPM | Wilayah Paniai |
Lucky juga menyinggung perihal dampak negatif propaganda narkotika yang dilakukan oleh juru bicara kelompok separatis terhadap generasi muda di wilayah tersebut.
"Tiga anggota (OPM lainnya yang dilumpuhkan) di wilayah Paniai," kata Lucky.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·