Toli&Toli Diguncang Gempa Dangkal Magnitudo 2,3 pada Kamis Pagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wilayah Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 2,3 pada Kamis (14/5/2026) pukul 05.50 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan titik pusat getaran berada di daratan dengan kedalaman sangat dangkal mencapai 5 kilometer.

Lokasi episenter gempa terbaru ini terletak pada koordinat 1,09 Lintang Utara dan 120,81 Bujur Timur, atau sekitar 24 hingga 25 kilometer arah timur laut Toli-Toli. Peristiwa ini menambah rentetan aktivitas seismik di wilayah tersebut setelah sebelumnya sempat dilanda guncangan lebih besar pada awal pekan.

Data dari lembaga pengamat geofisika tersebut merinci parameter guncangan yang terjadi pada Kamis pagi melalui unggahan di media sosial resminya.

"#Gempa Mag:2.3, 14-May-2026 05:50:54WIB, Lok:1.09LU, 120.81BT (24 km TimurLaut TOLI-TOLI-SULTENG), Kedlmn:5 Km #BMKG," tulis BMKG.

Sebelumnya, Toli-Toli juga diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 4,9 pada Minggu (10/5/2026) malam. Berdasarkan informasi yang dilansir dari detikcom, pusat lindu tersebut berada di laut dengan kedalaman antara 8 hingga 10 kilometer.

Mengenai penyebab guncangan signifikan pada Minggu malam tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, memberikan analisis teknisnya.

"With reflecting the epicenter location and the hypocenter depth, the earthquake occurred is a type of shallow earthquake caused by active fault activity," kata Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.

Djati menegaskan bahwa pergerakan struktur sesar aktif setempat menjadi pemicu utama munculnya getaran tektonik di kawasan tersebut. Ia juga memaparkan posisi hiposenter yang berada di bawah permukaan laut.

"With memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.

Pihak BMKG sempat merilis pernyataan singkat mengenai kekuatan gempa awal pekan tersebut segera setelah sensor mendeteksi aktivitas tektonik pada koordinat 1,31 Lintang Utara dan 120,34 Bujur Timur.

"Gempa Mag:4.9," tulis BMKG.

Lembaga tersebut menekankan bahwa laporan awal yang disebarkan kepada publik masih bersifat sementara demi kecepatan informasi di situasi darurat.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," lanjut BMKG.

Hingga saat ini, laporan dari Tribun Kaltara, Pikiran Rakyat Buol, dan Butol Post menyatakan tidak ada dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. BMKG juga mencatat tidak adanya aktivitas gempa susulan pasca guncangan magnitudo 4,9 tersebut.