Pebalap Pramac Yamaha Toprak Razgatlioglu mengungkapkan rencana untuk mempelajari data teknis Fabio Quartararo setelah menyelesaikan balapan MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Hasil posisi ke-13 yang diraihnya menjadi bahan evaluasi mendalam terkait potensi motor Yamaha di kelas utama.
Dilansir dari Detik Sport, Toprak mengaku mendapatkan poin keduanya pada musim debut ini meski harus menghadapi kendala teknis sebelum balapan dimulai. Motor utamanya mengalami masalah saat menuju grid, sehingga ia terpaksa menggunakan motor cadangan dengan setelan kondisi basah di lintasan yang justru tetap kering.
Toprak Razgatlioglu memberikan apresiasi tinggi terhadap performa konsisten rekan satu mereknya, Fabio Quartararo, yang mampu finis di posisi enam besar. Penampilan impresif tersebut dianggapnya sebagai bukti bahwa motor Yamaha memiliki kapasitas bersaing jika mendapatkan pengaturan yang tepat.
"Pada saat yang sama, melihat pekerjaan luar biasa Fabio sepanjang akhir pekan membuat saya memahami dua hal dengan sangat jelas: pertama, saya masih harus banyak berkembang, dan kedua, motor ini juga masih punya ruang untuk berkembang karena jelas potensinya ada dengan setelan yang tepat," kata Toprak Razgatlioglu, Pebalap Pramac Yamaha.
Penajaman fokus kini diarahkan pada seri balap berikutnya yang akan berlangsung di Catalunya. Toprak berambisi untuk menyesuaikan gaya balap dan setelan motornya agar lebih mendekati referensi yang ditunjukkan oleh Quartararo.
"Saya akan terus mempelajari data dengan hati-hati, dan mungkin di Barcelona kami bisa mencoba memulai dengan setelan yang lebih dekat dengan Fabio untuk memahami apakah arah itu juga cocok untuk saya," ujar Toprak Razgatlioglu.
Meskipun berhasil membawa pulang poin, pebalap asal Turki tersebut menegaskan ketidakpuasannya terhadap selisih waktu yang cukup lebar dengan barisan pebalap terdepan. Ia mengakui adanya beberapa kesalahan personal yang mempengaruhi hasil akhirnya di Le Mans.
"Tentu positif bisa kembali finis di zona poin, tapi jujur saya belum bisa sepenuhnya puas karena posisi akhir dan terutama gap dengan pebalap depan," kata Toprak Razgatlioglu.
Kendala lain yang dihadapi Toprak selama balapan berkaitan dengan pemilihan ban yang sempat membuatnya merasa nyaman di putaran awal. Namun, penggunaan kombinasi ban soft di bagian depan dan belakang memberikan tantangan tersendiri seiring berjalannya lomba.
"Saya juga membuat beberapa kesalahan saat balapan, jadi sebagian gap itu memang karena saya sendiri, tapi secara keseluruhan kami masih kekurangan sesuatu dibanding pebalap lain," ujar Toprak Razgatlioglu.
Penurunan performa ban depan pada fase akhir balapan menjadi poin teknis terakhir yang disoroti oleh Toprak dalam evaluasi akhir pekan di Prancis tersebut.
"Awalnya sebenarnya tidak buruk dan saya merasa cukup baik, tapi menjelang akhir ban depan drop cukup banyak dan jadi lebih sulit dikendalikan," ujar Toprak Razgatlioglu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·