Torino berhasil membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan 2-1 atas Sassuolo dalam laga lanjutan Serie A di Stadion Olimpico Grande Torino pada Jumat (8/5/2026) malam waktu setempat. Hasil ini membawa skuat asuhan Roberto D'Aversa menyamai perolehan 44 poin yang mereka raih pada musim lalu.
Kemenangan tersebut mengukuhkan dominasi Granata saat bermain di kandang sendiri dengan catatan 13 poin dari 15 poin maksimal yang tersedia. Giovanni Simeone dan Marcus Pedersen menjadi aktor utama dalam kurun waktu empat menit untuk membatalkan keunggulan awal tim tamu.
Pertandingan dimulai dengan tekanan cepat dari Sassuolo yang hampir mencetak gol melalui kerja sama Volpato dan Pinamonti pada menit kedua, namun kiper Paleari berhasil melakukan penyelamatan. Torino sempat mengancam lewat Njie yang sundulannya membentur mistar gawang sebanyak dua kali pada menit ke-12.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol meski Simeone sempat melakukan tendangan salto yang apik, kebuntuan akhirnya pecah di awal babak kedua. Kristian Thorstvedt membawa Sassuolo unggul setelah memanfaatkan umpan dari Lipani yang memaksimalkan bola pantul di dalam kotak penalti.
D'Aversa merespons ketertinggalan dengan memasukkan Duvan Zapata untuk meningkatkan intensitas serangan. Perubahan taktik tersebut membuahkan hasil pada menit ke-21 saat Giovanni Simeone mencetak gol penyeimbang melalui sundulan setelah menerima assist dari Ebosse.
Empat menit berselang, Marcus Pedersen melengkapi kebangkitan Torino dengan mencetak gol kemenangan lewat tandukan kepala. Bagi pemain asal Norwegia yang merupakan mantan penggawa Sassuolo tersebut, torehan ini menjadi gol perdananya di kompetisi sepak bola Italia.
Pencapaian ini menjadi modal berharga bagi Torino sebelum menghadapi laga derbi di Stadion Grande Torino pada pekan terakhir. Pelatih Roberto D'Aversa menegaskan pentingnya hasil ini bagi identitas klub yang dipimpinnya.
"È la vittoria del lavoro quotidiano. I ragazzi stanno cercando di seguirci e hanno fatto un ottimo percorso soprattutto in casa. Noi siamo il Torino e dobbiamo portare la squadra nella miglior posizione di classifica, la salvezza non basta, dobbiamo portare la squadra dove gli compete" kata Roberto D'Aversa, Pelatih Torino.
Statistik mencatat performa kandang Torino sangat impresif di bawah asuhan teknisi asal Abruzzo tersebut. Tim kini fokus menatap sisa kompetisi untuk memperbaiki posisi di klasemen akhir Serie A musim 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·